Padang Dibayangi Tsunami, Rencana Kontijensi Sangat Diperlukan

Padang Dibayangi Tsunami, Rencana Kontijensi Sangat Diperlukan

Selasa, 12 November 2019, 13:11
Sosialisasi rencana kontijensi di Kota Padang. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Edy Hasymi menuturkan, rencana kontijensi diperlukan mengingat Kota Padang tak lepas dari ancaman tsunami.

"Dengan peningkatan upaya kesiapsiagaan melalui penyusunan rencana kontijensi, diupayakan untuk dapat mengurangi ketidakpastian dampak bencana melalui pengembangan skenario dan asumsi-asumsi proyeksi kebutuhan untuk tanggap darurat," katanya, Selasa (12/11).

Dengan didampingi oleh para narasumber, fasilitor nasional, fasilitator daerah, perencanaan kontijensi merupakan kegiatan yang dilaksanakan dalam tahap kesiapsiagaan dan kegiatan ini diperlukan sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana termasuk kesiapan masyarakat.

"Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang rencana penyelenggaraan uji lapang rencana kontijensi (Renkon) tsunami serta sebagai Pedoman dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan uji renkon tsunami di Kota Padang," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang, Henry menjelaskan, uji rencana kontijensi ancaman bencana tsunami Kota Padang merupakan salah satu metode latihan yang dilaksanakan oleh seluruh unsur pelaku sesuai dengan bidang tugasnya dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan terkait kebencanaan.

Disamping itu juga sebagai metode untuk menguji kemampuan instansi yang dilaksanakan di daerah bencana yang mendekati situasi dan kondisi sebenarnya.

Sesuai Undang-undang (UU) nomor 24 tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana, penyelenggaraan penanggulangan bencana harus mengimplementasikan tahapannya dari berbagai aspek.

Meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat dan rehabilitasi, ujar Henry. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler