Mitigasi Bencana Disemua Lini, Termasuk Objek Wisata di Kawasan Sungai

Mitigasi Bencana Disemua Lini, Termasuk Objek Wisata di Kawasan Sungai

Rabu, 06 November 2019, 16:59
Kepala BNPB, Doni Monardo foto bersama di Panorama BNPB di Geopark Silokek Sijunjung. (foto ist)

Rakyatterkini (Sijunjung) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengingatkan pentingnya jalur atau tanda evakusi di lokasi wisata agar tidak terjadi korban jika bencana terjadi.

Itu dikatakan Doni saat penanaman pohon bersama Wakapolda Sumatera Barat (Sumbar), Bupati Sijunjung dan rombongan lainnya di Geopark Silokek, Sijunjung, Rabu (6/11).

Doni juga menyoroti tentang keberadaan tempat sampah yang diperbanyak. Selain menjaga kebersihan, juga memastikan kenyamanan para peserta dan pengunjung dalam iven arung jeram dimana direncanakan pada Minggu (10/11) hingga Kamis (14/11) mendatang.

"Harus disediakan banyak tempat sampah di berbagai titik agar kebersihan Geopark terjaga dengan baik, dan wisatawan dapat dengan nyaman dan aman menikmati keindahan Geopark ini," tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin mengklaim selama pelaksanaan iven Arung Jeram Internasional bertajuk Silokek Geofast Rafting World Cup (SGREC) 2019 yang akan diselanggarakan tanggal 10 hingga 14 November 2019, aktivitas pertambangan tidak ada.

"Belakangan ini kami sudah melarang (aktivitas pertambangan) di aliran sungai yang ditutup, tidak ada pertambangan. Seluruh masyarakat juga komitmen tidak ada aktivitas pertambangan," ujar Yuswir saat peluncuran SGREC di Kota Padang, Kamis (31/10).

Terkait keruhnya air di Sungai Kuantan, pihaknya membantah masih terjadinya aktivitas pertambangan di lokasi yang merupakan sungai pertama di Sumatera Barat digunakan untuk pengarungan arung jeram pada akhir tahun 1990-an.

Seperti diketahui, lebih kurang 250 atlet arung jeram tingkat nasional hingga internasional ambil bagian untuk menjadi yang terbaik dalam iven SGREC 2019. Adapun para atlet nasional berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Mulai dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah hingga Jawa Barat. Termasuk tim nasional (Timnas) arung jeram.

Untuk atlet Sumbar berasal dari Kabupaten Pasaman, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Sijunjung dan Kota Padang Panjang.

Sedangkan, untuk atlet mancanegara yang terlibat dalam iven terselenggara dari kolaborasi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sijunjung ini diantaranya Malaysia dan Republik Ceko yang sudah menyatakan kesedian ambil bagian. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler