Leonardy: Teladani Syekh Sulaiman Ar Rasuli dalam Menghidupkan Pesantren

Leonardy: Teladani Syekh Sulaiman Ar Rasuli dalam Menghidupkan Pesantren

Selasa, 26 November 2019, 08:28
Anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy memberikan ceramah di Musda I Tarbiah-PERTI. (foto zul)

Rakyatterkini (Padang) – Sosok Syekh Sulaiman Ar Rasuli diharapkan menjadi titik kebangkitan pesantren-pesantren Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-PERTI). Hal ini ditegaskan anggota DPD RI H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH usai memberikan ceramah di Musda I organisasi massa yang didirikan syekh yang lebih dikenal dengan julukan Inyiak Canduang itu, Sabtu (23/11).

“Saya kutipkan pesan Syekh Sulaiman Ar Rasuli, lima hari menjelang meninggal beliau. Pada 26 Juli 1970 itu beliau berkata ‘Teroeskan membina Tarbijah Islamijah sesoeai dengan peladjaran jang koeberikan..!’. Dan hadirin yang mengikuti ceramah saya tadi sepakat mengatakan itu wasiat yang harus dijalankan,” ujar Leonardy, Senin (25/11).

Leonardy menyatakan jika pesan itu disepakati sebagai bentuk wasiat, maka warga Tarbiyah harusnya melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Apa yang diajarkan Inyiak Canduang itu, memahami dan melanjutkan bagaimana perjuangan Inyiak Canduang membina Tarbiyah dan PERTI secara ekonomi, sosial, pendidikan dan politis.

Inyiak Canduang berperan secara ekonomi bukan hanya buat organisasi yang didirikannya. Tapi juga untuk umat dan masyarakat banyak seperti turut membidani pendirian bank nasional, bank swasta pertama milik pribumi yang didirikan pada 27 Desember 1930 di Bukittinggi.

Leonardy juga mengingatkan bagaimana Inyiak Canduang mengembangkan pesantren dengan membangkitkan kewirausahaan di kalangan santrinya. Mengembangkan sikap sosial di lingkungan pesantren dan masyarakat sekitar. Santri dilibatkan dalam menggarap lahan pertanian milik pesantren atau milik masyarakat dan menikmati hasilnya. Pesantren dan santri hidup dengan usaha-usaha ekonomi yang dikembangkan di pesantren.

Menurut Leonardy, sudah tepat langkah Tarbiyah-PERTI melakukan ishlah pada 2016 lalu. Sebab Tarbiyah yang didirikan pada 5 Mei 1928 dan PERTI yang didirikan pada 28 Mei 1930, sama-sama didirikan oleh Syekh Sulaiman Ar Rasuli. Alangkah baiknya seiring sejalan dalam memperjuangkan kebenaran.

Keberhasilan menyatukan keduanya setelah bersimpang jalan selama 50 tahun lebih harus dikawal dari upaya-upaya memecah-belahnya kembali. Banggalah menjaganya karena ini aset ranah minang, ada organisasi tingkat nasional yang lahir dan berakar di Minangkabau. Makanya Leonardy mengapresiasi pelaksanaan Musda I. Musda berjalan dengan baik, jauh dari ricuh meski ada perbedaan-pendapat yang sangat tajam.

Setiap warga Tarbiyah dimintanya mengedepankan kebaikan buat organisasi massa tingkat nasional satu-satunya yang didirikan di Sumatera Barat. Apalagi pelaksanaan Musda di daerah ini merupakan yang pertama di Indonesia setelah ishlah dilaksanakan.

Gubernur Sumbar, Prof Dr. Irwan Prayitno, S.Psi., M.Si yang membuka Musda itu mengapresiasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-PERTI) yang mampu bersinergi dengan pemerintah. Organisasi ini dinyatakan Gubernur termasuk kelompok yang mampu menegur pemerintah secara elegan.

Dengan tegas dikatakannya, Tarbiyah-PERTI tidak menuding langsung secara terbuka ketika melihat ada yang dirasa salah, tapi memberitahukannya secara bijak. Gubernur pun berharap agar Tarbiyah-PERTI mampu mengawal ishlah ini sehingga mampu memperjuangkan kebenaran.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar, H. Hendri, S.Ag, M.Pd mengatakan keprihatinannya belum bisa memberikan dorongan lebih untuk kemajuan Persatuan Tarbiyah Islamiyah. Kemenag akan mencoba meningkatkannya dari tahun ke tahun sebagai wujud turut bangga memajukan ormas islam yang lahir di Ranah Minang. Untuk madrasah terus dibantu Rp20 juta hingga 50 juta sementara pondok dibantu hingga Rp 500 juta.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah, Drs. Basri Bermanda, M.BA, menyatakan apresiasinya atas musda yang digagas PD Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar. Bahkan dengan tegasnya dia menyatakan musda pertama di Sumbar merupakan musda pertama di Indonesia yang dilaksanakan setelah Ishlah.

Untuk itu, Basri menyatakan harapan besarnya terhadap musda itu. Terlebih dari dari 29 provinsi di Indonesia, Sumbar pun termasuk yang cepat membenahi kepengurusan pimpinan cabangnya di 19 kabupaten/kota.

Ketua Panitia Musda, H. Abdul Kadir Harahap, S.Pd.I, MA membenarkan pada Juni 2016. Tarbiyah-PERTI Sumatera Barat menggagas ishlah ini. Makanya pada Musda ini secara khusus memberikan anugerah kepada dua tokoh yang berperan sebagai inisiator terjadinya ishlah ini, yaitu Prof. Dr. H. Duski Samad, MA dan Almukarram H. Boy Lestari Dt Palindih. (*)

TerPopuler