Ketahanan Pangan Masyarakat Gaza Buruk, ACT Suplai Makanan

Ketahanan Pangan Masyarakat Gaza Buruk, ACT Suplai Makanan

Selasa, 05 November 2019, 19:21
Tim ACT sumpai makanan untuk warga Gaza, Palestina. (foto ist)

Rakyatterkini (Gaza) - Dampak konflik panjang di jalur Gaza, Palestina yang tak berkesudahan telah membuat kualitas peningkatan pangan masyarakat di sana buruk dan perlu penyaluran makanan yang cukup.

Itu perlu dilakukan demi mencegah kekurangan gizi atau nutrisi demi tumbuh kembang anak-anak.

Indonesia sebagai negara yang dianggap saudara jauh oleh Palestina diketahui telah mendirikan dapur umum bagi kebutuhan pangan masyarakat setempat melalui para donatur.

"Makanan siap santap periode ini diperuntukan bagi 2.500 penerima manfaat, mereka adalah masyarakat prasejahtera, keluarga yang anggota keluarganya dipenjara oleh militer Israel dan itu bisa jadi tulang punggung keluarga," kata tim Global Humanity Response (GHR) Aksi Cepat Tanggap (ACT), Andi Noor Faradiba, Selasa (5/11).

Hadirnya bantuan makanan siap santap ini menjadi pengganti kehadiran saudara-saudara di Indonesia. Bekerjasama dengan Kitabisa.com, kehadiran Dapur Umum Indonesia sebagai bentuk respons terhadap fakta buruknya ketahanan pangan bagi masyarakar Gaza.

"Ambruknya ekonomi menyebabkan sebagian besar penduduk Gaza tidak memiliki lapangan pekerjaan. Keluarga-keluarga tidak mampu memenuhi gizi anak-anak mereka. Kita terus berusaha untuk mendukung keseimbangan gizi anak-anak Gaza dan menjaga mereka dari hambatan pertumbuhan," tambahnya. (*)

TerPopuler