Kejati Sumbar Jebloskan Dua Buronan Terpidana Kasus Korupsi ke Penjara

Kejati Sumbar Jebloskan Dua Buronan Terpidana Kasus Korupsi ke Penjara

Senin, 25 November 2019, 17:04
Kejagung tangkap tersangka korupsi. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Setelah dinyatakan buron usai putusan pengadilan, terpidana kasus Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Kenagarian Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok pada 2015 dan 2016 ditangkap Kejaksaan Agung (Kejagung) dan gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kejati Sumatera Barat (Sumbar) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman.

Terpidana bernama Budi Santoso, 47 menjadi buron aparat penegak hukum setelah dinyatakan tidak berada di kediaman berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) nomor: Print-1033/L.3.15/Fuh.1/07/2019 tanggal 17 Juli 2019 usai putusan Mahkamah Agung (MA) nomor : 1612 K/Pid.Sus 2019 tanggal 15 Mei 2019.

Pada putusan tersebut, MA menolak banding yang diajukan pelaku terkait putusan pengadilan dalam kasus Penyimpangan Pengelolaan Keuangan Kenagarian Tanjung Alai, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. 

Dia ditangkap pada Jumat malam, 22 November 2019 di sebuah kediaman di kawasan Ngemplak, Sleman, DIY dan telah sampai di Kota Padang pada Sabtu, 23 November 2019 kemarin," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumbar, Yunelda, Senin (25/11).

Budi dinyatakan bersalah dan harus menjalani hukuman selama empat tahun dan denda sebesar Rp200 juta subsidair enam bulan kurungan penjara.

Terpidana juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp162.055.778 karena telah merugikan negara. Pelaku langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Muaro, Kota Padang, Sumatera Barat untuk menjalani masa hukuman, tambah Yunelda.

Selain menangkap Budi Santoso, Kejati Sumbar juga mengeksekusi M Helwis, mantan Kepala Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Kota Padang dalam kasus Pengadaan Mobil di lingkungan Setda.

Helwis ditangkap di Depok, Jawa Barat tanpa adanya perlawanan kepada petugas pada Kamis, 21 November 2019 sekitar pukul 10.52 WIB. Dirinya dinyatakan buron sejak bulan April 2018.

Helwis dijatuhi hukuman selama 5,5 tahun dengan subsidair 5,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara. Selain itu, dia juga dihukum membayar uang pengganti Rp600 juta subsidair satu tahun penjara berdasarkan putusan Mahkamah Agung pada 15 Mei 2017 lalu dengan nomor 515/PID.Sus/2017, papar Yunelda.

Helwis diringkus aparat setelah buron selama satu tahun dalam kasus Pengadaan Kendaraan Dinas Jenis Mikro Bus yang tertuang dalam DPA nomor: 1.20.03.05.5.2.3.03.05 tanggal 19 Februari 2007 dengan anggaran Rp4.564.780.000 yang dimenangkan oleh PT Tridaya Surya Mandiri sebanyak 27 unit mobil.

Pada tanggal 24 September 2007, terpidana menerbitkan dan menandatangai Surat Perintah Membayar dengan nomor: 21/IX/SPM-B Peng/2007 senilai Rp773.256.000 untuk uang muka kerja sebesar 20 persen ke rekening pemenang lelang.

"Terpidana menemui saudara David selaku tenaga pemasaran pada perusahaan pemenang tender dan meminta untuk menyerahkan uang sebesar Rp600 juta yang sudah dicairkan dengan jaminan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 3953 atas nama Elinda yang merupakan istri terpidana," ungkapnya.

Untuk tenaga pemasaran David yang terlibat kasus tersebut tidak dilanjutkan penuntutan lantaran sakit berdasarkan Penetapan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan nomor: 18/Pid.Sus-TPK/2016/PN.Pdg tanggal 7 September 2016 dan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (P-26) nomor Print-1050/N.3.10/Ft.1/03/2018 tanggal 21 Maret 2018. (mdl)

TerPopuler