Kalaksa BPBD: Sumbar Daerah Rawan Bencana

Kalaksa BPBD: Sumbar Daerah Rawan Bencana

Kamis, 21 November 2019, 07:47
Bimbingan teknis BPBD Sumbar. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Pengkajian kebutuhan pasca bencana merupakan penelitian terhadap dampak dan prakiraan kebutuhan bagi penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi yang meliputi identifikasi dan perhitungan kerusakan dan kerugian fisik dan non fisik.

Seperti, aspek pembangunan manusia, perumahan atau pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.

Analisis dampak melibatkan tinjauan keterkaitan dan nilai agregat dari akibat akibat bencana dan implikasi umumnya terhadap aspek–aspek fisik dan lingkungan, perekonomian, psikososial, budaya, politik dan tata pemerintahan.

Provinsi Sumatera Barat adalah daerah rawan bencana. Seluruh bencana yang ada dalam undang-undang (UU) kebencanaan nomor 24 tahun 2007. BPBD saat ini telah melakukan pelatihan penanggulangan bencana pada instansi, sekolah, serta turun ke masyarakat, pelatihan Jitu Pasna, serta ikut memperbaiki infrastruktur yang rusak, kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Erman Rahman, Rabu (20/11).

Di samping itu, pasca terjadinya bencana alam atau peristiwa, masyarakat dan media membutuhkan informasi terkait kondisi terbaru dari sebuah kejadian. Namun, perkembangan teknologi membuat banyak masyarakat mendapatkan informasi yang mengandung unsur hoaks atau tidak valid.

Atas dasar itulah, BPBD Sumbar mengadakan bimbingan teknis (bimtek) Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitu Pasna) edisi ketiga pada Rabu (20/11) hingga Sabtu (23/11) di Kota Padang yang juga diikuti oleh jajaran BPBD Kabupaten dan Kota se-Sumbar serta belasan awak media.

Bimtek tersebut diselenggarakan guna memberi pengetahuan bagaimana cara mengkaji kebutuhan pascabencana dan penyusunan rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana secara cepat, tepat dan terpadu. Pelibatan unsur jurnalis sangat dibutuhkan selain dari unsur pemerintah, swasta dan masyarakat yang sudah terlibat sebelumnya, kata Ketua Panitia Suryadi Eviontri. (mdl)

TerPopuler