Gas Buang Kendaraan Bisa Mengakibatkan Kanker

Gas Buang Kendaraan Bisa Mengakibatkan Kanker

Selasa, 26 November 2019, 16:38
Ilustrasi asap knalpot kendaraan. (foto net)

Rakyatterkini (Padang) - Gas buang (emisi) dari kendaraan (asap knalpot) mengandung berbagai zat kimia dan mudah terhirup manusia. Lama-kelamaan bisa menganggu sistem pernapasan dan peredaran darah sehingga menyebabkan kerusakan tubuh.

"Asap knalpot kendaraan bisa membahayakan kesehatan, jika sering terhirup, "ujar Dr.dr. Finny Vitry Yani, SpA (K), pada rakyatterkini.com, Selasa (26/11).

Meskipun bahan bakar pada masa sekarang sudah memiliki tingkat polusi yang lebih rendah, namun jumlah polusi tetap tinggi karena terjadi peningkatan jumlah kendaraan. Selain itu, gas buang pada kendaraan tetap bersifat karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan, meskipun dalam jumlah yang sedikit. "Ini juga bisa berakibat kerusakan organ dan dapat menyebabkan kanker, "ujarnya.

Dikatakan, zat-zat yang terkandung dalam asap knalpot tersebut adanya partikel-partikel kasar dan halus, jika sering terhirup maka akan berakibat pada saluran nafas anak. Sebab, dalam saluran pernapasan itu terdapat pita-pita, apabila pita itu rusak bisa berakibat ke paru-paru. "Yang lebih berbahaya lagi, bisa mengakibatkan kanker, "ujar Finny.

Dalam emisi knalpot itu terdapat dua zat kimia yang bersifat karsinogenik yaitu, benzena dan timbal. Benzena merupakan senyawa aromatik sebagai campuran dasar pada bahan bakar, dan ikut dikeluarkan bersamaan dengan gas buang dari kendaraan.

Benzena sangat mudah masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan dan permukaan kulit. Kadar benzena yang terlalu banyak pada aliran darah dapat menyebabkan gangguan pembentukan sel darah merah dengan cara merusak sumsum tulang.

Begitu juga timbal, merupakan logam yang mudah dibentuk sehingga dapat dihasilkan dari gas buang kendaraan. Logam timbal dapat mengendap dan terakumulasi di berbagai permukaan benda, bahkan di dalam tubuh makhluk hidup, tumbuhan, dan air. "Ini juga bisa menimbulkan reaksi pada aliran darah, meningkatkan risiko anemia dan mengganggu kerja saraf dan otak."

Memicu kerusakan pada sistem pernapasan. Sistem pernapasan adalah bagian pertama dan yang paling utama mengalami dampak dari paparan gas buang. Dampak dari gas buang kendaraan terhadap sistem pernapasan, di antaranya, menurunkan kadar oksigen dalam tubuh. Semua udara yang dihirup akan memasuki rongga paru untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Menghirup gas buang kendaraan akan sangat berbahaya karena mengandung karbon monoksida (CO). Dibandingkan dengan oksigen, CO lebih mudah diikat oleh sel darah merah sehingga paparan CO dalam waktu singkat dapat menurunkan kadar oksigen yang didistribusikan dalam darah. Jaringan tubuh yang mengalami kekurangan oksigen akan sangat mudah mengalami kerusakan terutama otak, dan kadar CO juga memicu terjadinya sesak napas.

Kerusakan saluran pernapasan. Partikel debu kendaraan biasanya berupa debu berwarna hitam yang dikeluarkan dari saluran knalpot, sehingga bisa mengakibatkan asma, kanker paru, iritasi dan inflamasi serta akmulasi bahan karsinogenik dapat memicu perkembangan penyakit kanker paru. (gp)

TerPopuler