Festival Arung Jeram di Sijunjung, 46 Tim dari 3 Negara Ambil Bagian

Festival Arung Jeram di Sijunjung, 46 Tim dari 3 Negara Ambil Bagian

Senin, 11 November 2019, 17:55
Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin memukul gendang bersama perwakilan pelaksana, pada pembukaan arum jeram silokek. (foto ist)

Rakyatterkini (Sijunjung) - 46 tim dari tiga negara ambil bagian dalam Kejuaraan Dunia Arung Jeram Silokek Geofestival yang telah dimulai sejak Minggu (10/11). Tiga negara tersebut yakni, Ceko, Malaysia dan Indonesia.

Sekitar 450 atlet, pelatih dan official nasional maupun internasional memeriahkan iven arung jeram tingkat nasional dan internasional di aliran Sungai Kuantan, Kabupaten Sijunjung, hingga Kamis (14/11).

"Saya sangat bangga kegiatan bertaraf internasional ini dilangsungkan di Kabupaten Sijunjung. Saya berharap kegiatan ini lebih memperkenalkan Silokek sebagai salah satu destinasi tujuan wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat," kata Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin.

Selain itu, dalam iven SGREC berharap Kabupaten Sijunjung dan Sumatra Barat melahirkan atlet-atlet arung jeram yang dapat membawa nama Kabupaten Sijunjung ke tingkat Internasional.

"Saya sangat berharap sekali, iven SGREC melahirkan atlet dari Sijunjung yang dapat mengharumkan nama daerah, provinsi dan Indonesia ke tingkat internasional," tambahnya.

Direktur Iven SGREC, Miya Maharani meyakinkan kegiatan ini akan memberikan kontribusi di sektor pengembangan pariwisata di Sijunjung.

"Kegiatan SGREC ini akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan pariwisata di Sijunjung," ucapnya.

Lebih lanjut Miya menjelaskan juga pertandingan dimulai pada 12-14 November 2019, dan penyerahan medali akan diberikan setiap race yang dipertandingkan.

"Selain itu, masyarakat sekitar setiap malam akan melaksanakan pergelaran seni yang dapat menghibur peserta, official, dan pelatih dari setiap tim yang bertanding," tambahnya.

Pengurus arung jeram Indonesia (FAJI) Amalia Yunita yang turut hadir menjelaskan kegiatan SGREC 2019 akan menjadi catatan sejarah bagi Kabupaten Sijunjung. Amalia berharap dengan hadirnya  SGREC diharapkan masyarakat turut berpartisipasi menjaga sungai sebagai sumber kehidupan bersama.

"Kami sangat berterimakasih masyarakat Sijunjung mendukung kegiatan SGREC di Silokek. Dengan SGREC kami telah menjadi kegiatan internasional yang ke-4 dan yang ke-25 untuk taraf nasional yang dilaksanakan oleh FAJI," tambahnya.

Presiden International Rafting Federation (IRF) Joe Willis Jones dalam sambutannya sangat mengapresiasikan berlangsungnya SGREC di Sijunjung.

Pria berkebangsaan Amerika Serikat ini menjelaskan kejuaraan internasional ini sangat penting bagi Indonesia. Karena IRF adalah organisasi arung jeram internasional dan Indonesia adalah anggota dari IRF.

"Saya sangat terkejut SGREC diikuti sebanyak 46 tim, dan ini adalah kunjungan ke empat saya di Indonesia. Dengan jumlah peserta yang banyak menandakan arung jeram diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia," ucapnya.

Lebih lanjut, Joe meminta masyarakat dapat menjaga sungai karena sungai adalah sumber kehidupan yang dibutuhkan oleh makluk hidup.

"Dalam kegiatan ini saya berharap Indonesia dapat menjaga sungai karena sungai merupakan suber kehidupan kita bersama," ucapnya.

Peserta dari Malaysia Muhammad Firdaus sangat takjub akan keindahan Silokek. Menurutnya Silokek adalah surga, alam nya masih alami. Saat ditanya tentang target dari tim Malaysia Firdaus menjawab Malaysia akan menurunkan dua tim, dan ajang SGREC dijadikan tim Malaysia menghadapi kejuaraan dunia arung jeram tahun depan yang berlangsung di Cina.

"SGREC sebagai ajang persiapan kami untuk menghadapi kejuaraan internasional arung jeram di Cina. Dan saya memandang Silokek sangat alami, alamnya indah, berbeda dengan negara kami yang telah banyak dilakukan penebangan hutan. Semoga Sijunjung dapat melestarikan alam yang indah ini," tutupnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler