Etape III TdS, Momentum 'Jualan' Wisata Unggulan di Sumbar

Etape III TdS, Momentum 'Jualan' Wisata Unggulan di Sumbar

Senin, 04 November 2019, 16:22
Peserta TdS 2019 menikmati keindahan wisata alam Kelok Sembilan. (foto ist)

Rakyatterkini (Limapuluh Kota) - Etape Tiga Tour de Singkarak (TdS) 2019 yang dimulai dari kawasan Lembah Harau, Kabupaten Limapuluh Kota dan berakhir di Kota Padang Panjang, para pebalap melalui sejumlah kerumitan di lintasan dengan jarak 129,9 kilometer tersebut.

Betapa tidak, pihak Race Director TdS 2019 memutuskan sebanyak tiga titik sprint dan tiga titik king of mountain (KOM) yang harus ditaklukkan oleh para pebalap. Bak kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.

Di balik kesulitan para pebalap menaklukkan medan yang berat, mata dan pikiran mereka juga disegarkan dengan sejumlah tempat menarik yang dilintasi tanpa mengurangi fokus saat mereka saling berpacu.

Kawasan objek wisata geopark Lembah Harau, keindahan jembatan Kelok Sembilan yang mendunia, Pariangan yang diberi predikat Desa Terindah Dunia dan Mifan, beberapa dari sekian banyak titik destinasi alam yang akan memanjakan mata pebalap.

"Iven Tour de Singkarak, telah membuat Ranah Minang tidak saja dikenal di tingkat nasional, namun juga mancanegara karena sudah masuk pada agenda tahunan Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI)," kata Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat, Nasrul Abit, Senin (4/11).

Model penyelenggaraan seperti Tour de Singkarak ini kata Nasrul, memberikan estafet pemahaman bagaimana sebuah iven tersebut dikelola dengan berorientasi kepada kenyamanan pengunjung sebagai upaya pencitraan sebuah destinasi wisata.

TdS tahun ini dilaksanakan pada sembilan etape dengan melewati berbagai macam daya tarik wisata. Jambi tahun ini masuk (ikut serta). Ini yang pertama kali pula, pada etape ke-8 ada di Kabupaten Kerinci, Jambi. "Ada tawaran dari provinsi lain, mungkin tahun mendatang bisa saja kita melintasi wilayah Sumatera. Tapi ikonnya tetap TdS".

Ikutnya Jambi menjadi tuan rumah penyelenggaraan, membuktikan kalau iven ini memang tepat sasaran untuk mempromosikan potensi kepariwisataan di masing-masin daerah.

Rekaman visual yang dihasilkan para pewarta foto dan videografer, termasuk juga komunitas yang ada, diharapkan mampu membuka mata dunia kalau Ranah Minang memiliki kekayaan alam panorama yang sangat indah. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler