Etape Empat TdS 2019, 86 Pebalap Dihadapi Lintasan Monoton

Etape Empat TdS 2019, 86 Pebalap Dihadapi Lintasan Monoton

Selasa, 05 November 2019, 16:26
Penbalap melintasi daerah Dharmasraya. (foto ist)

Rakyatterkini (Dharmasraya) - Etape keempat Tour de Singkarak (TdS) yang dimulai dari Kantor Bupati Dharmasraya menuju Lapangan Segitiga, Kota Sawahlunto, Selasa (5/11) dianggap sebagai lintasan monoton bagi 86 pebalap sepeda.

Sebab, etape yang memiliki panjang lintasan 205,3 kilometer ini, hanya memiliki dua titik tanjakan atau king of mountain (KOM) yakni berada di Kota Baru dan Kiliran Jao. Sementara untuk sprint terdapat tiga titik masing-masing berada di Koto Baru dan Tanjung Gadang, Kabupaten Dharmasraya.

Lebih banyaknya titik sprint ketimbang king of mountain pada etape ini, tak lain disebabkan karena rute ini memiliki karakteristik medan yang didominasi lintasan yang lurus. Selain monoton, kondisi cuaca yang cukup panas juga menguras energi para pebalap.

Seluruh pebalap yang start dari kantor Bupati Dharmasraya pukul 10.00 WIB melintasi beberapa kawasan seperti Simpang Sikabau, Koto Baru, Polres Dharmasraya, Kiliran Jao, Sijunjung, dan MAN 1 Sijunjung, sebelum kemudian finis di Lapangan Segitiga, Kota Sawahlunto.

Tak cukup sampai di sana, di etape keempat TdS 2019, sebanyak delapan pebalap tak bisa mengikuti balapan di salah satu lintasan terpanjang ini.

Delapan pembalap tersebut diketahui bernama Jinggo Tabayoyong, Amirhossein Jamshidian Ghalehsefidi, Jetsada Janluang, James Jober, Phyuth Youen, Joshua Harris, Mahdi Rouzbahaneh dan Arri Pratama, tidak bisa ikut serta memperkuat tim mereka karena pada etape sebelumnya tidak dapat melanjutkan jalannya perlombaan, terutama Mahdi Rouzbahaneh dan Arri Pratama yang terkena diskualifikasi. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler