BPTP Sumbar Gelar Panen Padi Perdana dengan Teknologi Jajar Legowo Super

BPTP Sumbar Gelar Panen Padi Perdana dengan Teknologi Jajar Legowo Super

Minggu, 10 November 2019, 10:54
BPTP Sumbar gelar panen padi perdana menggunakan teknologi jajar legowo super di kawasan Aie Pacah, Padang. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat menggelar panen perdana padi menggunakan teknologi jajar legowo super di lokasi Penas 2020 Kelurahan Aie Pacah, Padang.

Panen tersebut diinisiasi oleh Tim Gelar Teknologi (GT) lahan basah sudah memulai pengkajian budidaya padi dengan menerapkan teknologi Jajar Legowo Super dengan lima varietas unggul.

Kepala BPTP Sumatera Barat Jekvy Hendra menyampaikan Badan Litbang Pertanian mulai Januari 2020 akan menurunkan tim dari pusat penelitian yang dimiliki untuk menyukseskan Penas 2020.

"Dari seluruh gelar teknologi yang ada, Badan Litbang pertanian diberikan tanggungjawab cukup besar, diawali dengan melakukan pengkajian spesifik lokasi beberapa varietas unggul padi, diantaranya Inpari 32, Inpari 34, Palalawan, IPB 3S dan Anak Daro," kata Jekvy dilasir Antara.

Komitmen Badan Litbang Pertanian yang akan menerjunkan peneliti dari berbagai Pusat Penelitian Badan Litbang Pertanian untuk membuat Gelar Teknologi di ajang Penas .

"Untuk pengkajian pada lahan basah ini didampingi secara intensif oleh Tim GT Basah yang di komandoi oleh peneliti seniorIsmon L," kata dia

Salah seorang petani kooperator Afrizal menyampaikan tentang peningkatan hasil panen dengan menerapkan teknologi yang diberikan oleh Tim BPTP Sumbar.

"Selama ini kami di sini belum mengenal teknologi budidaya padi, kami masih bertani dengan cara tradisional, hasilnya sekadarnya saja, setelah didampingi oleh Tim BPTP Sumbar yang mengenalkan teknologi ternyata hasilnya meningkat," ujarnya.

Panen perdana itu dihadiri Kepala BPTP Sumbar, Staf Ahli Wali Kota Padang, Kepala Karantina Sumbar, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Camat, Lurah, Babinsa, penyuluh serta seluruh anggota kelompok tani.

Hasil ubinan padi Varietas Anak Daro 5,2 Ton per hektare lebih tinggi dari hasil eksisting petani yang hanya 4,1 per hektare. Sementara itu Varietas Unggul Baru Inpari 32 potensi hasilnya 8,5 ton per hektare.

Sementara Staf Ahli Wali Kota Padang Dedi Henidal mengapresiasi keberadaan Tim Badan Litbang Kementerian Pertanian yang mendampingi teknologi langsung di lapangan melalui BPTP Sumbar. (*)

TerPopuler