Bawa Mobil Dobel Kabin, Pelajar SMP Hantam Belasan Motor di Limau Manis

Bawa Mobil Dobel Kabin, Pelajar SMP Hantam Belasan Motor di Limau Manis

Senin, 18 November 2019, 17:49
Sepeda motor masuk kolong mobil setelah terjadi tabrakan. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Seorang peserta didik salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Padang berinisial G, 14 tahun, harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran terlibat dalam kecelakaan beruntun, pada Minggu (17/11) sekitar pukul 22.00 WIB.

Remaja tersebut diduga menabbrak pejalan kaki hingga belasan unit sepeda motor yang terparkir di pinggir jalan dengan kendaraan dobel kabin jenis Mitsubishi Strada yang dikendarainya.

"Mobil datang dari arah simpang pasir menuju arah gerbang kampus Universitas Andalas (Unand), sesampainya di lokasi kejadian, mobil tersebut hilang kendali dan menabrak pejalan kaki dan belasan sepeda motor," kata Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polresta Padang, Iptu Efriadi, Senin (18/11).

Peristiwa kecelakaan ini terjadi persis di depan indekos Pemondokan Dova di Jalan Mohammad Hatta, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Padang.

Akibat peristiwa tersebut, seorang pejalan kaki atas nama M Fikri yang merupakan mahasiswa terpaksa harus dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Andalas (RS Unand) untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka-luka. Sementara, G sempat diamankan di Polsek Pauh.

Menurut Efriadi, kasus kecelakaan ini telah ditanggani pihaknya. Sopir mobil dobel kabin pun juga sudah diamankan sementara untuk dimintai keterangan.

"Kami amankan sementara si sopir di unit lakalantas. Kalau seperti ini, sangat mungkin status sopir naik jadi tersangka, karena mengemudi mobil sampai hilang kendali," ujar Efriadi.

Efriadi mengungkapkan, meskipun ditetapkan tersangka namun sopir mobil double cabin belum dilakukan penahanan. Pihaknya masih akan memeriksa saksi-saksi terlebih dahulu untuk melengkapi penyidikan.

"Kalau dirinya memang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), maka akan kami amankan dulu namun tidak dilakukan penahanan," katanya. (mdl)

TerPopuler