Bantuan Korban Banjir Bandang di Solok Selatan Terhambat

Bantuan Korban Banjir Bandang di Solok Selatan Terhambat

Rabu, 27 November 2019, 21:34
Relawan ACT membantu membersihkan material longsor Solok Selatan. (foto ist)

Rakyatterkini (Solok Selatan) - Korban banjir bandang dan longsor di Jorong Sapan Salak, Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parit Gadang Diaeteh, Solok Selatan, mulai kehabisan bahan makanan. Banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua kecamatan di Kabupaten Solok Selatan sejak Jumat (22/11) lalu.

Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat melaporkan, ACT akan kembali menerjunkan relawan untuk membantu jalannya evakuasi dan pembersihan material longsor pada Rabu (27/11) ini.

"Sejumlah relawan MRI Sumatra Barat akan kami berangkatkan insyaallah sore ini," kata Tim ACT, Aan Saputra, Rabu (27/11).

Sehari sebelumnya, pada Selasa (26/11), beberapa relawan sudah bergabung dengan tim gabungan BPBD Sumatra Barat membersihkan material longsor dan membuka akses jalan.

Aan mengatakan, masih ada jorong yang belum tersentuh bantuan, baik tenaga relawan atau pun bantuan pangan dan sandang karena akses jalan terputus.

"Tim relawan kami melaporkan, pembersihan jalan di Jorong Sapan Salak akan membutuhkan waktu yang cukup lama karena material batu yang cukup besar, sedangkan alat berat yang ada hanya satu unit loader," ungkap Aan.

Akses di sejumlah jorong pun bergantung pada kesediaan akses di jorong lainnya. Seperti di akses jalan ke Jorong Manggis baru bisa dibersihkan jika jalan di Jorong Sapan Salak yang terbuka. "Sedangkan warga setempat sudah kehabisan bahan pokok," tambah Aan.

Tim juga melakukan asesmen warga Jorong Sapan Salak dan mengevakuasi sejumlah warga yang masih bertahan. Jorong Sapan Salak merupakan salah satu daerah yang terdampak parah longsor dan banjir.

Berdasarkan laporan yang diterima ACT Sumatra Barat, bantuan dari luar jorong belum dapat menjangkau korban. Sejumlah aksi evakuasi masih terkendala alat dan personil, seperti mesin pompa air dan alat kebersihan. Warga pun masih membersihkan rumah dengan peralatan seadanya.

"Saat ini warga membutuhkan peralatan kebersihan, air bersih, bantuan pangan, dan pakaian," pungkas Aan.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir selama 14 hari, mulai Jumat (22/11). Empat kecamatan meliputi Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Sangir, Pauh Duo tercatat terdampak banjir. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler