Masyarakat Diimbau Beli Gas LPG ke Pangkalan, ini Tempat Resmi Versi Pertamina

Masyarakat Diimbau Beli Gas LPG ke Pangkalan, ini Tempat Resmi Versi Pertamina

Kamis, 10 Oktober 2019, 08:18
Penyaluran elpiji tetap normal. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Beberapa waktu belakangan ini, masyarakat Kota Padang dan sekitarnya dibikin susah dengan bahan bakar minyak (bbm).

Selain premium yang mulai susah didapatkan, belakangan gas elpiji atau Liquid Petroleum Gas (LPG) juga sempat menghebohkan warga kota. Jikapun ada, itu dijual dengan harga yang tinggi untuk ukuran tiga kilogram.

Namun, Pertamina kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga pasokan Elpiji di Kota Padang, Sumatera Barat. Dengan melakukan optimalisasi penyaluran di Stasiun Pengangkutan dan Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) Statika di Kota Padang.

Kendati sempat mengalami kendala operasional pada Sabtu (5/10), SPPBE Statika sudah kembali beroperasi penuh menyalurkan elpiji. SPPBE bahkan telah menambah waktu operasional hingga pukul 20.00 WIB untuk memastikan penyaluran kembali normal.

"Saat ini berkembang isu di masyarakat dengan mengacu data stok dan harga di pengecer. Ini keliru, karena Pertamina menjamin stok tersedia sesuai HET di tingkat pangkalan. Pengecer bukan distributor resmi elpiji tiga kilogram, sehingga tidak bisa dijadikan patokan," ujar Unit Manager Communication, Relationship and CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, M Roby Hervindo, Rabu (9/10).

Pihaknya menindaklanjuti laporan diseputar kota Padang dengan memeriksa stok di pangkalan-pangkalan.

Dari pemeriksaan lapangan, posisi stok per Selasa (8/10) ternyata tersedia, misalnya di pangkalan Gindera wilayah Padang Selatan, tersedia 150 tabung, pangkalan Jafri di Lubuk Begalung (Lubeg) ada 250 tabung, pangkalan Musli wilayah Bungus Teluk Kabung (Bungtekab) terpantau 50 tabung dan pangkalan Dewi wilayah Padang Timur tercatat 310 tabung.

"Kami imbau warga agar membeli elpiji tiga kilogram di pangkalan, jangan mudah terhasut isu kelangkaan. Isu seperti ini dimanfaatkan pengecer untuk menahan stok dan mengerek harga. Semakin ramai diisukan, semakin dimanfaatkan oleh pengecer," kata Roby.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga di tingkat pengecer sudah meroket hingga Rp27 ribu per tabung.

Berdasarkan catatan Pertamina, penyaluran elpiji tiga kilogram subsidi pada bulan Oktober di Kota Padang sebanyak 20.560 tabung per hari.

Jumlah tersebut meningkat sebesar satu persen jika dibandingkan bulan sebelumnya sejumlah 20.384 tabung.

Wilayah Kota Padang terbagi menjadi 11 Kecamatan dan saat ini disuplai oleh 780 pangkalan. Rencana jumlah total penyaluran untuk bulan Oktober ini sebesar 646.240 tabung. Jumlah ini bertambah enam persen dibanding bulan lalu sebesar 611.520 tabung.

"Hari ini kami melaporkan kondisi stok pangkalan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Padang dan aparat keamanan, juga memohon dukungan pemda dan aparat meredam isu kelangkaan tidak makin meluas serta menyebabkan keresahan warga," lanjut Roby.

Apabila warga menemukan pangkalan yang melanggar aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) atau mengalami kendala pasokan agar dapat melaporkan ke Pertamina melalui saluran telepon Pertamina 135. Pertamina mengklaim akan menindaklanjuti semua laporan yang masuk dari masyarakat. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil


TerPopuler