Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ini 'Ngebet' Duduk di Komisi 'Basah' DPR RI

Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Ini 'Ngebet' Duduk di Komisi 'Basah' DPR RI

Sabtu, 12 Oktober 2019, 09:30
Andre Rosiade. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Meski belum jelas pembagian dan penempatan komisi atau deskripsi pekerjaan bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), polisiti partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Andre Rosiade mengatakan bahwa dirinya sangat 'ngebet' untuk dapat satu slot kursi di komisi VI.

Komisi VI sejauh ini dinilai paling 'seksi' dan menjadi properti panas bagi wakil rakyat lantara memiliki mitra kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Tujuan saya untuk mengetahui perkembangan laporan terkait Semen Impor yang saya laporkan ke Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) beberapa waktu lalu. Setelah di komisi 6 nanti, saya harap bisa menindak lanjuti agar mereka (KPPU) tak masuk angin karena lobi-lobi terkait Semen Tiongkok," tuturnya di Kota Padang, Jumat (12/10) malam.

Beberapa waktu lalu, dikutip dari laman CNN Indonesia, bersama sejumlah Serikat Pekerja Semen Padang, Anggota DPR Terpilih Periode 2019-2024 ini melaporkan dugaan praktek predatory pricing ini ke pihak KPPU.

Kata Andre, keberadaan pabrik dan impor semen dari luar ini justru telah mematikan usaha-usaha produksi semen dalam negeri.

Kebijakan impor ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 7 tahun 2018 tentang ketentuan impor semen dan semen clinker.

Andre mengaku menemukan sejumlah kerugian yang dialami oleh pengusaha semen dalam negeri. Kata dia, temuan itu banyak yang berasal dari daerah pemilihannya di Padang, Sumatera Barat. 

Dari laporan yang diterimanya, lanjut Andre, pengusaha semen di sana mengalami banyak kerugian lantaran pabrik semen asal Tiongkok berani jual rugi semen-semen produksi mereka. 

Akibatnya, produksi semen dalam negeri pun terhambat karena konsumen memilih membeli semen Tiongkok yang harganya lebih murah. 

"Semen Tiongkok melakukan predatory pricing, sengaja jual rugi semen produksi mereka, dan menghancurkan produksi dalam negeri," kata Andre.

Andre berharap KPPU bisa mengusut kasus ini agar tak menjadi berlarut-larut dan semakin merugikan hingga mematikan usaha semen dalam negeri. 

"Kami melaporkan praktek predatory pricing ke KPPU. Kami melaporkan ini dalam rangka menjaga jangan sampai industri strategis kita hancur berantakan gara-gara industri semen Tiongkok," kata dia. 

Andre juga mengancam KPPU agar serius mengurus dan menginvestigasi persoalan predatory pricing bisnis semen ini. Kata dia, jika KPPU tidak bertindak tegas dan cepat maka pada periode mendatang ketika dirinya telah resmi dilantik sebagai anggota DPR, dia akan mendorong parlemen untuk membentuk pansus terkait persoalan ini. 

"Kalau KPPU tidak menyelamatkan ini KPPU sebagai lembaga negara tidak membongkar praktek ini, tidak punya punya nyali, saya nanti setelah menjadi anggota dewan tidak ragu untuk membentuk Pansus di DPR RI untuk membuka ini, seandainya laporan kami ke KPPU hari ini tidak digubris," kata dia. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler