Tersangka Korupsi RSUD dr Rasidin Bertambah, Pelaku Oknum DPRD Bandung

Tersangka Korupsi RSUD dr Rasidin Bertambah, Pelaku Oknum DPRD Bandung

Minggu, 15 September 2019, 16:20
RSUD dr.Rasidin Padang. (net)

Rakyatterkini (Padang) - Setelah menetapkan AS, mantan Direktur Utama (Dirut) RSUD dr Rasidin Padang sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes), Polresta Padang menahan satu pelaku baru.

Pelaku berinisial IH (59), menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Jawa Barat dari salah satu partai terkemuka. "Pelaku sudah kami tahan dalam kasus (alkes) tersebut," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna, Minggu (15/9).

Edryan mengatakan IH ditetapkan menjadi tersangka bersama empat orang lainnya, setelah sebelumnya mantan Direktur RSUD berinisial AS yang telah ditahan juga dengan status tersangka.

"Ini merupakan rangkaian dari hasil penggeledahan yang dilakukan pada sejumlah ruangan di RSUD dr Rasidin Padang beberapa waktu lalu," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Dirut RSUD dr Rasidin Padang, AS resmi ditahan pihak kepolisian. Penahanan tersebut setelah polisi melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan (alkes) yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp5,1 miliar.

"Total tersangka ini ada lima orang, namun yang baru selesai pemeriksaan baru satu orang. AS berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara empat orang lainnya merupakan penyedia atau pihak ketiga," kata Kapolresta Padang, Kombes Yulmar Try Himawan.

Penggeledahan yang dilakukan polisi buntut dari laporan yang masuk dari masyarakat pada Maret 2016, dimana pada waktu itu RSUD Dr Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013 dan juga telah diaudit secara internal oleh Direktorat Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen atau berkas pembanding. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler