Terangi 1.233 KK, PLTBm Siberut Baru Beroperasi 12 Jam

Terangi 1.233 KK, PLTBm Siberut Baru Beroperasi 12 Jam

Selasa, 17 September 2019, 22:18
General Manager (GM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto berikan keterangan pers. (Foto aidil)

Rakyatterkini (Padang) - General Manager (GM) Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Barat (Sumbar), Bambang Dwiyanto mengatakan Pembangkit Listik Tenaga Biomassa (PLTBm) yang menggunakan bahan baku bambu bisa melayani tiga desa dengan 1.233 di Pulau Siberut.

"Kapasitasnya adalah 700 kilowatt yang melayani tiga desa dengan pelanggan yang dapat dilayani oleh PLTBm Siberut sebanyak 1.233 kepala keluarga (kk). Khusus disini (Desa Saliguma), ada sebanyak 388 KK yang dapat dialiri listrik dengan," katanya, Selasa (17/9).

Bambang mengatakan, tarif listrik yang dikenakan untuk pelanggan saat ini sama dengan daerah lain dengan daya sebesar 450 watt.

"Sementara ini hidup 12 jam dahulu. Nanti kita akan lihat ke depan perkembangannya seperti apa. Ini sesuai kemampuan dan kebutuhan juga. Kalau pembangkit yang mengelola adalah perusahaan daerah (perusda). Kemudian oleh perusda menyalurkan energi listrik yang dibangkitkan kepada PLN yang mengelola jaringan transmisi dan menyalurkan kepada masyarakat," tuturnya.

Bambang menuturkan 65 persen pembangkit listrik itu dihasilkan dari energi terbarukan, tanpa mengesampingkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menjadi andalan selama ini.

"Dengan beroperasinya PLTBm Siberut, rasio elektrifikasi di Kabupaten Kepulauan Mentawai naik sekitar 5,5 persen, dari awalnya 46 persen menjadi 51 persen. Secara keseluruhan, karena ada warga yang sudah mendapatkan akses listrik non PLN yaitu lampu tenaga surya hemat energi program dari Kementerian ESDM. Dan itu ada beberapa desa yang menggunakan itu. Nanti secara bertahap, akan ditarik jaringan PLN kesan hingga total rasio elektrifikasi sekitar 66 persen," papar Bambang.

Masyarakat di Pulau Siberut yang menggunakan PLTBm bisa membeli token atau pulsa listrik di kantor pelayanan atau di tempat pembelian token yang sudah ditentukan.

Selain itu, untuk kelancaran akses komunikasi sebagai faktor utama penyebaran listrik, PT ICON+ (anak perusahaan PT PLN (Persero) juga menyambung internet di Desa Saliguma.

Program Internet Pedesaan yang diberi nama Ides Cafe tersebut merupakan langkah awal menuju internet rakyat yang diharapkan dapat meningkatkan rasio internetisasi dan konektivitas di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang belum terjangkau oleh jaringan internet. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler