Sarat Prestasi, Enam Lingkung Dapat Dukungan Leonardy

Sarat Prestasi, Enam Lingkung Dapat Dukungan Leonardy

Rabu, 11 September 2019, 19:55
Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa bersilaturahim dengan camat dan LKAAM Enam Lingkung. (Foto zul)

Rakyatterkini (Pakandangan) – Anak nagari dari Kecamatan Enam Lingkung berhasil menorehkan prestasi nasional. Pesepakbolanya sukses mencatatkan diri pada 16 besar tingkat nasional. Prestasi ini harus jadi perhatian bersama, harus didorong bersama.

Demikian diungkapkan Senator asal Sumbar Anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, S.IP., MH.

 “Tidak terbayangkan oleh kita pesepakbola usia 16 tahun mampu berprestasi nasional. Kesebelasan U-16 dari kecamatan ini mampu memposisikan dirinya nomor satu di Sumbar dan masuk enam belas besar tingkat nasional, sungguh suatu pencapaian yang luar biasa. Prestasi yang pantas dibanggakan,” ujar Leonardy saat bersilaturahmi dengan Camat, Ketua LKAAM Enam Lingkung, Rabu (11/9).

Menurut Leonardy, untuk menjadi Juara Sumbar saja, Enam Lingkung menjadikan kesebelasannya paling unggul dibandingkan 179 kecamatan di daerah ini. PS Enam Lingkung sendiri berhasil menjuarai setelah menaklukan Smandubes Kota Padang melalui drama adu penalti dengan skor 2-3 di Stadion Singaharau, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kemenangan itu memastikan PS. Enam Lingkung bakal mewakili Sumbar pada kompetisi tersebut di tingkat nasional digulirkan di Provinsi Banten pada 1 hingga 6 September mendatang.

Lalu di Banten bersaing dengan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia, dan mereka berhasil menduduki peringkat 16 besar dalam perebutan Piala Menpora di Provinsi Banten pada 1 hingga 6 September lalu.

“Ini capaian yang luar biasa dari Enam Lingkung. Tentu didapat dari orang-orang tua yang mensuppor prestasi anaknya dengan baik dan orang-orang pintar yang mampu mewujudkannya. Harus terus dibina anak-anak ini,” harapnya.

Leonardy mengingatkan, pembinaan berkelanjutan perlu dipikirkan dari sekarang ini terhadap PS Enam Lingkung. Mereka yang kini berusia 16 tahun tentu sangat potensial untuk mengikuti kompetisi di kelompok usia yang lebih tinggi.

Mereka saat ini harusnya bukan jadi perhatian Kecamatan Enam Lingkung saja. Pihak kabupaten hingga provinsi hendaknya memberikan perhatian yang tinggi agar mereka dapat berprestasi lebih baik ke depannya.

Prestasi sebagai Juara Umum di MTQ Nasional ke-47 Tingkat Kabupaten Padang Pariaman pun mampu membuktikan daerah ini sebagai kecamatan santri. Pondok Pesantrennya banyak dan pembinaan cabang-cabang yang dilombakan sangat bagus sehingga mampu mempertahankan peringkat juara umum berturut-turut.

MTQ dan sepakbola merupakan bagian dari pendidikan yang harus ditangani pemerintah. Karena keterbatasannya, pendidikan pun diharapkan perhatian dan kepedulian masyarakat.

Sebagai apresiasi, Leonardy menyatakan prestasi itu tak mungkin diraih jika camat tidak mampu merangkul semua pihak untuk memberikan yang terbaik bagi kecamatannya. Wajar jika Camat Rustam, SE, MM mewakili Padang Pariaman untuk lomba Camat Teladan di tingkat provinsi. Tak mudah untuk merangkul walinagari  dalam mewujudkan administrasi yang baik dalam mendukung penilaian terhadap pembinaan yang dilakukan sang camat.

Camat Enam Lingkung, Rustam SE, MM menyebutkan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas dari semua komponen di kecamatan itu.

Diungkapkannya, keberangkatan tim ke Bekasi untuk mengikuti kompetisi Sebakbola usia 16 tahun mendapat dukungan dari semua pihak.
Selama di sana, perantau tak henti memberikan dukungan nyata baik moril maupun materil.

“Alhamdulillah kita mampu sampai di 16 besar. Semua berkat perhatian dan dukungan berbagai pihak termasuk Leonardy. Untuk keberangkatan tim dibantu Rp3 juta dan untuk ke MTQ Nasional ke-47 Tingkat Kabupaten Padang Pariaman juga dibantu sebesar Rp3 juta,” ulasnya.

Dalam silaturahmi di aula Kantor Camat Enam Lingkung tersebut juga mengemuka persoalan pasar ternak dan rumah potong di Pakandangan, pembangunan Kantor Walinagari Pakandangan yang diutarakan Walinagari Drs Nasaruddin dan Ketua Bamusnya Elda Husniwar, S.Sos.

 “Besar harapan kami agar Pak Leonardy membantu agar proses di Kemendagri lebih cepat. Kini tengah dibuat perencanaannya,” sebutnya.

Adapun Walinagari Parit Malintang, H. Syamsuardi meminta agar harapan warganya merealisasikan janji yang dibuat saat memulai pembangunan kantor bupati. Hal ini dimaksudkan agar mereka tidak perlu lagi ke Lubuk Alung dulu untuk pergi ke Kantor Walinagari yang berdekatan dengan Kantor Bupati.

Begitu juga bengkalai janji untuk memberikan kompensasi tanah seluas 400 meter persegi di tepi jalan utama untuk setiap hektar tanah yang dipakai untuk lokasi ibukota baru Kabupaten Padang Pariaman.

Walinagari Koto Tinggi, Hendri SE, meminta agar zonasi pada penerimaan peserta didik baru untuk SMP dan SMA perlu diperhatikan lagi. Sebab wilayah zonasi yang meliputi Padang Pariaman dan Pariaman membuat anak-anak Koto Tinggi harus bersekolah ke tempat yang jauh.

Susi yang mewakili unsur perempuan, mengutarakan harapannya agar Senator Sumbar memperhatikan pemberdayaan perempuan. Jika dari dana nagari tidak bisa diharapkan, padahal di Koto Tinggi dilaksanakan sekolah perempuan akar rumput (SPAR). Sangat dibutuhkan dukungan nyata terhadap upaya mereka.

Menanggapi hal itu, Leonardy mengajak semua pihak di Enam Lingkung untuk memasukkan aspirasi mereka ke dalam program prioritas Musrenbang di tingkat nagari. Mengawalnya hingga menjadi program prioritas pula di tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

Camat dan walinagari perlu mengupayakan agar wakil rakyat dari Enam Lingkung duduk bersama. Buat perencanaannya (DED-nya). Informasikan hal ini kepada mereka agar mereka bisa mengawal aspirasi masyarakatnya. Jika tidak dijadikan program oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi, maka Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman dan Anggota DPRD Sumbar bisa memasukkannya dalam pembahasan APBD.

“Banyak program dan kegiatan pembangunan Sumatera Barat yang menjadi inisiatif Anggota DPRD saat saya menjabat Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbar. Kita kawal hingga selesai, contohnya normalisasi sungai di Padang Pariaman ini,” pungkasnya.

Adapun kegiatan yang tidak bisa didanai dengan dana nagari/dana desa, bisa disiasati dengan mengaktifkan BUMNag. Keuntungan BUMNag itulah yang digunakan untuk pembiayaan kegiatan dan program-program selain yang dibolehkan aturan penggunaan dana desa/nagari. (*)

TerPopuler