Perwakilan Guru Rumah Ikuti Pelatihan Manajemen Pondok Alquran

Perwakilan Guru Rumah Ikuti Pelatihan Manajemen Pondok Alquran

Minggu, 22 September 2019, 06:44
Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria membuka dan jadi narasumber pada pelatihan manajemen Pondok Alquran, Sabtu (21/9). (foto vani)

Rakyatterkini (Agam) - Sebanyak 91 perwakilan Pondok Alquran diinapkan di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, untuk mengikuti pelatihan manajemen Pondok Alquran, Sabtu (21/9).

Kegiatan yang digelar Bagian Kesra Setda Agam ini berlangsung selama tiga hari, 19 s/d 21 September 2019. Peserta merupakan perwakilan Pondok Alquran di Kabupaten Agam.

Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria sekaligus didaulat sebagai narasumber. Turut mendampingi Kabag Kesra Setda, Syatria didampingi Kasi Agama, Pemberdayaan Masyarakat dan Rantau Yosman.

Kabag Kesra Syatria mengatakan acara tersebut digelar untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru rumah atau pondok Alquran dalam membina dan mengembangkan kegiatan pembelajaran menghafal Alquran.

"Harapan kita melalui pembekalan kepelathan ini, para ketua pondok Alquran melahirkan hafidz dan hafidzah yang berkualitas dan berdaya saing," terangnya.

Selain itu, pelatihan manajemen juga sebagai upaya memperkuat silaturahim antar pesantren. "Melalui media ini, nanti mereka akan bertukar pengalaman serta dengan sendirinya Ukhuwah Islamiyahnya juga bisa terjalin," jelasnya Syatria.

Sementara itu Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria dalam sambutannya mengatakan pendidikan atau pelatihan bagi pimpinan pondok Alquran sangat penting dilakukan karena, sebagai upaya dalam melahirkan para tahfiz dan tahfizah di pondok Alquran.

Ini menjadi salah satu cita-cita kolektif masyarakat Kabupaten Agam mewujudkan masyarakat yang madani.

Menurutnya, mewujudkan masyarakat madani diawali dengan membangun peradaban Sumber Daya Manusianya.

"Membangun sebuah peradaban, tidak bisa instan butuh proses dan waktu. Beda sekali ketika kita membangun sebuah fisik atau pembangunan jalan/infrastruktur. Sekarang ada uang, kita bangun besok sudah keliatan hasilnya. Namun, peradaban manusia butuh waktu dan narasi. Mungkin 10 tahun ke depan atau 20 tahun ke depan," katanya.

Oleh karena itu, melalui pendidikan atau pelatihan bagi pimpinan pondok Alquran, Trinda Farhan mengharapkan, agar para ustad dan ustadzah di Kabupaten Agam bisa mengimplementasikan ilmu dan pengetahuan yang didapat selama pelatihan.

"Karena, ilmu yang didapat hari ini menentukan kualitas dari pengetahuan yang diajarkan nantinya termasuk dalam mengelola kemanajemenan pondok Alquran," tutup wabup. (rsy)

TerPopuler