Perubahan Perguruan Tinggi, Harus Dibarengi Perkembangan Zaman

Perubahan Perguruan Tinggi, Harus Dibarengi Perkembangan Zaman

Kamis, 12 September 2019, 21:23
Kepala LLDIKTI Wilayah X (Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi), Prof Herri, foto bersama pimpinan sejumlah perguruan tinggi, Kamis (12/9). (Foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Perguruan Tinggi sebagai salah satu wadah menuntut ilmu dituntut selalu mengikuti perkembangan zaman.

Terlebih jika sebuah perguruan tinggi telah mengalami perubahan bentuk, kurikulum yang diberikan ke setiap mahasiswa harus bisa menjawab keinginan masyarakat akan pendidikan berkualitas.

"Tujuannnya adalah agar kualitas pendidikan tinggi tetap terjaga dan supaya bangsa kita memiliki daya saing yang bisa sejajar dengan negara lain," kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X (Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau dan Jambi), Prof Herri, Kamis (12/9).

Hal tersebut disampaikan Herri usai menyerahkan surat keputusan (SK) perubahan bentuk perguruan tinggi, penggabungan perguruan tinggi, dan izin penambahan program studi kepada pimpinan dan badan penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

"Kita semua patut bersyukur dan berharap perubahan bentuk PTS, penggabungan PTS, dan penambahan program studi dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat," ucapnya.

Sejumlah kampus yang mendapatkan SK diantaranya Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Fort de Kock Bukittinggi yang berganti status menjadi universitas.

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), Sekolah Tinggi Teknik (STT), dan STIKes Ibnu Sina berubah menjadi Universitas Ibnu Sina.

Prof Herri juga menyerahkan SK izin penambahan program studi kepada STIKes Keluarga Bunda Jambi untuk prodi kebidanan program sarjana dan pendidikan profesi bidan program profesi dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Rokania menerima SK penambahan program studi pendidikan teknologi informasi program sarjana.

"Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) memberikan amanat perubahan bentuk, penggabungan, dan penambahan prodi kepada perguruan tinggi. Namun, perlu juga dilakukan pengecekan proposal ajuan saat perubahan bentuk, penggabungan maupun usulan penambahan program studi perguruan tinggi," tuturnya.

Selain itu, Prof Herri menekankan agar kewirausahaan menjadi perhatian perguruan tinggi dan memberikan apresiasi yang tinggi pada mahasiswa yang berwirausaha.

"Negara kita ini negara yang kaya, harus dikelola oleh sumber daya manusia yang unggul dan memiliki jiwa kewirausahaan," tutupnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler