Perekonomian UMKM Tumbuh, KAI Gandeng Industri Rumahan

Perekonomian UMKM Tumbuh, KAI Gandeng Industri Rumahan

Rabu, 25 September 2019, 19:33
 Kadivre II PT KAI, Insan Kesuma, meninjau stan UMKM di Stasiun, Padang, Rabu (25/9). (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Kontribusi sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) terhadap produk domestik bruto nasional diproyeksi tumbuh 5 persen sepanjang 2019.

Hal tersebut membuat PT KAI (Persero) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) menggandeng pelaku industri rumahan selama satu bulan ke depan mendirikan stan untuk memasarkan produk yang mereka hasilkan.

"Kegiatan ini berlangsung sejak 14 September hingga 12 Oktober 2019 di Stasiun Padang. Peserta UMKM yang mengikuti program ini sebanyak lima UMKM dari 18 unit usaha yang berada langsung di bawah binaan kami," ucap Kadivre II Sumbar, Insan Kesuma, Rabu (25/9).

Ia menyebut, produk yang dipasarkan oleh UMKM tersebut berasal dari industri rumahan dan perdagangan. "Seperti industri sepatu, batik dan makanan," terangnya.

Sementara itu, salah seorang pengelola UMKM binaan PT KAI (Persero) Divre II Sumbar, Hamidah menyebutkan dirinya mendapatkan bantuan permodalan sebesar Rp30 juta.

"Usaha saya adalah sepatu kulit dari berbagai jenis dengan bahan dasar dari Surabaya dan Bandung. Pemasarannya baru di sekitar Sumbar seperti Solok dan Dharmasraya. Harga yang kami pasarkan berkisar dari angka Rp200 ribu hingga Rp1 juta," paparnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menjelaskan dengan estimasi pertumbuhan itu, dia meyakini total kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tahun ini dapat mencapai 65 persen atau sekitar Rp2.394,5 triliun.

Adapun, realisasi kontribusi UMKM terhadap PDB nasional tahun lalu mencapai sekitar 60,34 persen.

"Prediksi kami pertumbuhan (kontribusi UMKM terhadap PDB 2019) sekitar lima persen, terutama dari UMKM pemula dengan pemasaran lewat platform dalam jaringan (daring), dibarengi dengan usaha mikro dari sektor jasa kurir," ujarnya seperti dikutip bisnis.com. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil



TerPopuler