Pengabdian Masyarakat FK Unand, Kader dan Bundo Pemantau Jentik Dilatih Membuat Alat Perangkap

Pengabdian Masyarakat FK Unand, Kader dan Bundo Pemantau Jentik Dilatih Membuat Alat Perangkap

Rabu, 25 September 2019, 17:21
Fakultas Kedokteran Unand gelar pengabdian masyarakat di Purus, Padang, Rabu (25/9)

Rakyatterkini (Padang) - Mengurangi resiko penyebaran penyakit (virus) yang disebabkan nyamuk, seperti deman berdarah (DBD), cikungunya dan zika, diperlukan metode ovitrap, larvitrap dan funnel trap. Teknologi ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh kader, bundo pemantau jentik dan masyarakat umum dimana saja berada.

Untuk pembuatan teknologi dan metode itu, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) bidang Parasitologi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Dalam pengabdian itu dilakukan pelatihan pembuatan dan pemasangan ovitrap, larvitrap dan funnel trap, bertempat di Kantor Lurah Purus, Rabu (25/9), dengan peserta kader dan bundo pemantau jentik.

Ketua Panitia Pengabdian Masyarakat, Dr. Hasmiwati, M.Kes, dalam pembukaaan acara menuturkan program pengabdian tersebut merupakan alih teknologi melalui edukasi masyarakat. Metode ini telah terbukti menurunkan penyebaran penyakit deman berdarah.

"Program ini penting dilakukan, karena hasil penelitian terakhir menunjukan bahwa nyamuk aedes aegypti di 11 kecamatan di Kota Padang telah resisten salah satunya di Purus, "ujar Hasmiwati.

Dikatakabn, nyamuk aedes aegypti juga telah resisten terhadap semua insektisida sintetik yang umumnya digunakan untuk pengendalian nyamuk, padahal itu tidak efektif lagi digunakan. Bila tetap mengunakan insektisida, maka pengendalian akan sia-sia dan berbahaya juga pada kesehatan dan lingkungan.

Untuk mengurangi penyebaran virus DBD, maka diperlukan program pelatihan pembuatan dan pemasangan ovitrap, larvitrap dan funnel trap, dengan harapan kasus DBD tidak ada lagi.

Sasaran dalam kegiatan adalah kader, bundo pemantau jentik dan masyarakat yang tinggal di daerah yang memiliki resiko tinggi terjadinya penyebaran penyakit deman berdarah. "Saya mengajak Ibu-ibu kader, bundo pemantau jentik, ibu rumah tangga, perangkat kelurahan dan Dinas Kesehatan untuk tetap bermitra dan bekerja sama, "ujar Hasmiwati.

Ketua pelaksana, Dr. Hasmiwati, M.Kes memberikan penjelasan tentang edukasi masyarakat.

Target yang diharapkan setelah program ini, yakni mampunya mitra membuat dan memasang ovitrap, larvitrap dan funnel trap, selain itu kader dan bundo pemantau jentik mempunyai keahlian serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya DBD.

Sementara itu, Ketua Bagian IKM, Fakultas Kedokteran Unand, dr. Firdawati Mahyunis mengatakan program pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan, dengan sasaran kader, bundo pemantau jentik dan Puskesmas. Mudah-mudahan dengan program ini, penyebaran penyakit DBD dapat dikurangi.

Selain itu, program gerakan satu rumah satu jumantik juga telah dilaksanakan dengan tujuan untuk memantau jentik nyamuk di setiap rumah masyarakat binaan.

Lurah Purus, Fajri Rahmad Ersya menyambut baik program pengabdian masyarakat bidang Parasitologi dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Unand ini. "Saya sangat senang dan gembira. Untuk itu, Ibu-ibu kader dan bundo pemantau jentik agar mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga nantinya Kelurahan Purus terbebas dari penyakit DBD, "harap Fajri.

Diakui, di Kelurahan Purus, penderita DBD tertinggi di Kota Padang. Untuk itu, pihaknya memberikan edukasi pada anak-anak dan keluarga kurang mampu, mengelar kegiatam pos gizi, peningkatan gizi pada anak dengan memberikan makanan tambahan. "Ada sekitar 10 anak yang dalam pengawasan tim kesehatan, "ujar Lurah.

Selain itu, Purus juga termasuk daerah pembinaan kawasan berisiko. "Ini yang harus jadi perhatian kita. Penumpukan sampah liar jangan ada lagi, karena akan mengundang nyamuk dengan cepat, "ujarnya. (gp)

TerPopuler