Musim Kemarau Diprediksi Dua Bulan Lagi, Potensial Awan di Riau Masih Rendah

Musim Kemarau Diprediksi Dua Bulan Lagi, Potensial Awan di Riau Masih Rendah

Minggu, 15 September 2019, 13:22
BNPB kerahkan helikopter untuk mengatasi kebakaran hutan. (Foto ist)

Rakyatterkini (Pekanbaru) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga dua bulan ke depan dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus terjadi.

Ini menjadi kendala dalam penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Sebab, tidak semua pemadaman api bisa dilakukan melalui jalur darat.

Informasi terbaru ada 27 titik api kategori tinggi di Riau. Secara umum Kota Pekanbaru masih diselimuti asap tipis dengan jarak pandang mencapai satu kilometer. Beberapa titik api yang dipadamkan pada hari kemarin antara lain di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan pengukuran PM10 berada pada kisaran 182 sd 201 ugram/m3 atau tidak sehat, terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat (Kapusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, Minggu (15/9).

Untuk antisipasi karhutla agar tidak tambah banyak dan tambah luas maka pihaknya menyiagakan tiga pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Pesawat jenis Cassa 212-200 dengan kapasitas satu ton sudah beroperasi di Riau sejak bulan 26 Februari 2019.

Untuk memperkuat armada TMC Pemerintah menambah satu pesawat tipe CN 295 dengan kapasitas 2,4 ton yang sudah berada di Pekanbaru dan satu Hercules dengan kapasitas lima ton yang disiapkan pada Senin (16/9).

Operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diperkirakan oleh BMKG.

BMKG memperkirakan bahwa pertumbuhan awan berasal dari arah utama, sehingga saat ini sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara seperti Aceh dan Sumatera Utara sudah mulai hujan.

Lanjut Agus, pesawat jenis CN 295 merupakan pesawat terbang transpor militer taktis dengan dua mesin turboprop dan diawaki oleh dua personel. Pesawat ini bisa digunakan untuk mengangkut pasukan, evakuasi medis atau angkutan barang.

Untuk keperluan TMC CN 295 dikonfigurasi agar dapat mengangkut bahan semai  dengan kapasitas 2.4 ton.

Bagian perut pesawat dimodifikasi dengan dipasang rel untuk mengangkut 8 x 300 kilogram bahan semai yang dengan pipa untuk menabur bahan semai secara semi otomatis.

Saat pesawat terbang sampai di awan yang potensial hujan maka petugas membuka kran dan garam akan keluar melalui pipa untuk  menaburi awan dengan garam. Bahan semai garam NaCl akan mengikat butiran-butiran air dalam awan, kemudian menggumpal menjadi berat dan akhirnya jatuh menjadi hujan. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler