Mentawai Satu-satunya di Indonesia Gunakan Bambu Sebagai Bahan Baku Listrik

Mentawai Satu-satunya di Indonesia Gunakan Bambu Sebagai Bahan Baku Listrik

Selasa, 17 September 2019, 22:41
Petugas PLN menyiapkan serpihan bambu sebagai bahan tenaga listrik biomassa di Siberut, Mentawai. (foto aidil)

Rakyatterkini (Mentawai) - Dinilai sebagai inovasi spektakuler, Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet klaim Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) sebagai daerah yang pertama kali menggunakannya di Indonesia.

"Kita bisa menghemat energi fosil. Dulu disini bahan bakar itu Rp25 ribu per liter. Dengan kita coba inovasi baru, maka ini bisa berobah dan masyarakat bisa menikmati," katanya, Selasa (17/9).

Ia juga mengatakan PLTBm bisa saling menguntungkan sejumlah pihak alias menganut asas simbiosis mutualisme.

"Terjadi kepentingan bersama antara ekonomi dengan penerangan listrik. Bambu itu kan diberikan kepada masyarakat, mereka tanam bambu itu. Hasil tanaman bambu dijual kepada Perusahaan daerah (Perusda) setempat sebagai bahan baku listrik. Agar terus beroperasi, masyarakat harus bayar listrik, sumber ekonomi disini bisa berjalan dari bambu," ucapnya.

Selama ini, masyarakat di sejumlah kawasan Pulau Siberut tak mendapatkan aliran listrik. Untuk mengantisipasinya, mereka menggunakan generator perorangan dengan biaya operasional yang mahal. Yudas menyebut, Biomassa sebagai terobosan mengatasi kesulitan tersebut.

"40 persen daerah di Mentawai ini belum dialiri listrik. Selain menggunakan generator, ada yang menggunakan lampu semprong sebagai penerangan," ungkapnya.

Untuk menjamin ketersediaan bambu sebagai bahan baku PLTBm di Siberut, ia mengatakan sekitar 250 hektar lahan sudah ditanami bambu.

"Jadi ini peluang bagi masyarakat untuk menanam bambu. Bambu juga merupakan tradisi daerah ini, saya kira ketersediaannya memadai dan cukup optimis," ujarnya.

Ketika disinggung mengenai harga bambu yang akan dibeli dari masyarakat, Yudas mengaku belum memperhitungkan soal tarifnya. "Belum jelas, masih kita hitung dahulu," tutupnya singkat. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler