Mantan Dirut RSUD dr Rasidin Padang Ditahan

Mantan Dirut RSUD dr Rasidin Padang Ditahan

Rabu, 11 September 2019, 18:11
Kapolresta Padang, Kombes Yulmar Try Hilmawan. (Foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Mantan Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rasidin Padang, AS resmi ditahan pihak kepolisian.

Penahanan tersebut setelah sebelumnya polisi melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) pengadaan alat kesehatan (alkes) yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp5,1 miliar.

"Total tersangka ini ada lima orang, namun yang baru selesai pemeriksaan baru satu orang. AS berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara empat orang lainnya merupakan penyedia atau pihak ketiga," ujar Kapolresta Padang, Kombes Yulmar Try Hilmawan.

Empat saksi yang belum ditahan karena belum selesai melakukan pemeriksaan dan tidak memenuhi panggilan penyidik.

"Jika pada panggilan selanjutnya para tersangka ini tak juga datang, tentu akan kita upayakan pemanggilan paksa," tuturnya.

Dalam kasus pengadaan alkes di rumah sakit pelat merah tersebut, polisi telah melakukan pemeriksaan sebanyak 50 orang.

"Baik dari lingkungan ASN sendiri maupun dari penyedia yang terkait dengan kasus tersebut. Dari hasil pemeriksaan, modus operandi mereka adalah melakukan penggelembungan anggaran," terangnya.

Saat ini, AS telah ditahan di sel khusus wanita Polresta Padang yang berada di Kepolisian Sektor (Polsek) Padang Timur, Jalan Dr Sutomo, Marapalam.

Sebelumnya, petugas kepolisian dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Padang melakukan penggeledahan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Rasidin Padang, Jumat (6/9) usai ibadah shalat Jumat, pukul 13.30 WIB.

Penggeledahan tersebut diduga terkait upaya tindak lanjut terhadap dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

 "Kami melakukan penggeledahan terkait kasus yang sedang kami tangani ini dan memeriksa sejumlah ruangan, termasuk ruangan Direktur Utama (Dirut)," kata Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna.

Selain memeriksa ruang Dirut, Herlin Sridiani, penyidik kepolisian juga melakukan penggeledahan di ruang Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan, Wirdanelly ZM dan Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Program RSUD Dr Rasidin Padang, Sofianita.

"Kami periksa sejumlah dokumen dan berkas-berkas terkait korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) tersebut. Kita tetap gunakan asas praduga tak bersalah dahulu sampai majelis hakim di pengadilan memberikan vonis. Penggeledahan ini juga merupakan bagian dari upaya mencari bukti-bukti atau temuan di lapangan," imbuhnya.

Penggeledahan yang dilakukan polisi tersebut buntut dari laporan yang masuk dari masyarakat pada Maret 2016, dimana pada waktu itu RSUD Dr Rasidin Padang mendapatkan alokasi dana tugas pembantuan dekosentrasi APBN-TP 2013 sebesar Rp10 miliar pada Februari 2013 dan juga telah diaudit secara internal oleh Direktorat Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKA-KL) dengan melampirkan dokumen atau berkas pembanding. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler