Lima Pelaku Pembakar Hutan Diamankan Polres Solok Kota

Lima Pelaku Pembakar Hutan Diamankan Polres Solok Kota

Selasa, 17 September 2019, 08:45
Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan mengekpos kasus pembakaran hutan di kawasan Singkarak, Solok. (dok polres)

Rakyatterkini (Solok) - Diduga merusak kawasan suaka alam, merambah hutan, membaka, menebang pohon secara tidak sah, lima orang diamankan Polres Solok Kota.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan, S.Ik mengatakan, kelima pelaku yang diduga melakukan pembakaran hutan, yakni KD, DR (47), AF (25), YM (22) dan LK (65). Mereka membakar hutan untuk membuka lahan di Jorong Balai Batingkah, Nagari Saniang Bakar, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Jumat (13/9).

Dikatakan, KD, DR, AF dan YM melakukan pembakaran hutan atas perintah LK pemilik lahan dengan mengunakan korek api. Namun, kobaran api tidak bisa dikendalikan sehingga meluas dan membakar lahan yang berada di sekitarnya.

Setelah melakukan pemadaman secara manual bersama masyarakat sekitar di dapat informasi bahwa lahan tersebut merupakan tanah ulayat milik pengolah lahan. Setelah berkoordinasi dengan BKSDA, baru diketahui bahwa lokasi tersebut adalah kawasan hutan suaka margasatwa dan kemudian melakukan penangkapan terhadap kelima pelaku pembakaran hutan dengan menyita barang buktinya.

Barang bukti yang diamankan empat unit mesin pemotong rumput, dua mesin pompa racun, dua mesin diesel listrik (Genset), satu gerobak dorong, dua jeriken isi 5 liter, satu jeriken isi 30 liter, satu parang, mancis/korek api, mesin pemotong kayu/shinso, empat cangkul.

Selain itu, tiga batang balok kayu pinus, empat batang papan kayu pinus, delapan kubik kayu pinus yang sudah diolah dan satu unit sepeda motor merek satria FU warna kuning tanpa plat nomor.

"Modus tersangka membuka lahan pertanian yang termasuk dalam kawasan hutan konservasi yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam, dengan cara merambah hutan, membakar hutan, dan menebang pohon dengan tidak sah", kata AKBP Dony Setiawan.

Kelima tersangka dijerat Pasal 40 ayat 1 UURI No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya Alam hayati dan Ekosistemnya dan atau Pasal 78 ayat 2 dan 3 ke Pasal 50 ayat 3 ke huruf b dan d, UURI No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dan atau Pasal 94, Pasal 82 Ayat 1 huruf c, UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Kepada masyarakat, Kapolres menghimbau agar tidak melakukan pembakaran dalam proses pembukaan lahan baru.

"Teliti terhadap status lahan hutan yang hendak digarap, karena selain memicu terjadinya bencana juga beresiko hukum." (*)

TerPopuler