Keributan Warga di Koto Baru Berawal Larangan Saweran Biduan

Keributan Warga di Koto Baru Berawal Larangan Saweran Biduan

Senin, 16 September 2019, 08:45
Ilustrasi keributan. (net)

Rakyatterkini (Padang) - Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kampung Baru, Cengkeh, Kecamatan Lubuk Begalung, Eri menyebut, keributan warga dengan oknum Pemuda Pancasila (PP) pada Minggu (15/9) dini hari berawal dari larangan memberi saweran kepada biduan.

"Saat itu kami sedang melaksanakan acara hiburan puncak peringatan Dirgahayu Republik Indonesia (RI) dan semuanya diundang, awalnya tak ada apa-apa," kata Eri didampingi ketua pemuda Indra Dedi.

Saat oknum PP hendak bernyanyi, panitia memberikan larangan lantaran mereka hendak memberikan duit saweran kepada biduan, sementara kesepakatannya tidak dibolehkan.

"Karena merasa tidak senang, mereka lantas petantang-petenteng menyebutkan bahwa mereka adalah anggota PP, di sana emosi warga mulai tersulut," ujarnya.

Yang menjadi permasalahan bagi perwakilan masyarakat setempat adalah adanya sejumlah anggota PP dari luar Kecamatan Lubuk Begalung yang dinilainya ikut campur terhadap permasalahan warga dan ia menuding ada oknum organisasi masyarakat (ormas) tersebut yang menantang warga dengan sabetan senjata tajam (sajam).

"Saya tidak bisa menghitung berapa jumlah mereka, namun yang jelas cukup banyak dan mereka menggunakan atribut lengkap PP. Jika dibutuhkan, saya bisa memperlihatkan bukti rekaman kamera pengintai dari kediaman warga setempat. Sebelum keributan, saya sedang berada di rumah untuk makan, lalu ada yang memberi tahu kepada saya terjadi keributan," ungkapnya.

Ia tidak menampik ada kendaraan anggota PP yang dirusak oleh warganya. Namun ia juga tak bisa menyalahkan masyarakat

"Tentu takkan ada api jika tak ada asap. Yang jelas, kami memang sudah berdamai seperti yang dikatakan oleh Ketua PP Kota Padang, ini yang saya sayangkan ketika permasalahan di tempat kami orang luar ikut campur, kami tak ingin hal seperti ini terjadi di kemudian hari," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, keributan antara oknum anggota Pemuda Pancasila (PP) tak terelakkan di Kampung Baru, Kecamatan Lubuk Begalung, pada Minggu (15/9) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Padang, Roy Madea Oka menyebut, sebelum peristiwa bentrokan pecah, Ketua Ranting PP Kampung Baru, Junaidi beserta beberapa anggotanya datang menghadiri pesta organ tunggal dengan menggunakan pakaian bebas.

"Saat itu tidak ada pakai atribut apapun anggota saya dan dia hanya menghadiri acara puncak peringatan 17 Agustus 2019 lalu. Namun saat berlangsungnya acara, tanpa diketahui pokok permasalahan, terjadi keributan antara oknum PP dan warga setempat," katanya.

Sambung Boni, sapaan akrab Roy Madea Oka, disaat bersamaan, jajaran PP lainnya di Kecamatan Pauh yang sedang melaksanakan patroli mingguan antisipasi tawuran dan kejahatan malam mendapatkan informasi terkait ada dugaan keributan antara organisasi masyarakat (ormas) berseragam loreng jingga dengan warga kemudian mendatangi lokasi kejadian.

"Anggota dari Pauh hanya ingin melihat rekannya yang dikabarkan diserang, tapi tak berada jauh dari lokasi kejadian, empat anggota PP diserang dan ada yang mengalami bocor di kepala. Tak ingin sia-sia, mereka berusaha kabur dengan meninggalkan sembilan unit motor yang mereka gunakan," tuturnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil


TerPopuler