Kelompok Urban Indonesia Cenderung Pesan Makanan Secara Daring

Kelompok Urban Indonesia Cenderung Pesan Makanan Secara Daring

Jumat, 20 September 2019, 18:01
Tren industri layanan pesan antar makanan online. (foto ist)

Rakyatterkini (Jakarta) - Perubahan arus informasi dari konvensional ke digital selama beberapa tahun belakangan juga membuat preferensi kelompok urban di Indonesia memesan makanan secara dalam jaringan (daring) atau online.

Hal tersebut diketahui dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Nielsen Singapura bertajuk "Understanding Indonesia's Onlibe Food Delivery Market".

Nielsen Singapura mengadakan survei kepada 1.000 responden di tujuh kota utama yaitu, Jabodetabek, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Medan dan Makassar.

Dalam riset ini, Nielsen melihat preferensi masyarakat Indonesia terhadap empat layanan pesan-antar makanan berbasis aplikasi terbesar di Indonesia. Penelitian ini menggunakan survei online dengan margin error 3,1 persen.

Namun, masih ada 42 persen konsumen urban di kota besar yang belum menggunakan layanan pesan-antar makanan dalam tiga bulan terakhir.

Demografi konsumen layanan pesan-antar berbeda untuk waktu makan siang dan makan malam. Untuk makan siang di tempat kerja, konsumen didominasi oleh para pekerja berumur 26-35 tahun dengan posisi eksekutif atau manajerial sebesar 22 persen, serta pegawai swasta 44 persen.

Sementara pada malam hari didominasi oleh pemesanan dari rumah, tanpa ada profil demografis yang menonjol.

"Penelitian kami terkait perilaku pengguna layanan pesan-antar makanan di Indonesia mengungkapkan banyak peluang yang belum tersentuh di Indonesia. Kenyamanan konsumen merupakan faktor utama yang menggerakkan pertumbuhan bisnis ini," kata Executive Director of Consumer Insight Nielsen Singapura, Garick Kea, Jumat (20/9).

Dalam enam bulan terakhir, aplikasi pemesanan makanan secara daring yang sering dipakai masyarakat Indonesia, GoFood meningkat dua kali lipat menjadi 50 juta transaksi.

Badan Pusat Statistik mengklaim bahwa kehadiran layanan seperti GoFood turut meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 ke 5,17 persen dari 5,07 persen pada tahun 2017 lalu.

Chief Food Officer Gojek Grup, Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia.

"84 persen masyarakat yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan pesan-antar makanan terbaik di Indonesia, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri yang ada di angka 39 persen," paparnya.

Ia menilai, masyarakat Indonesia menyukai kuliner siap santap di luar rumah, meskipun masih ada yang belum menggunakan aplikasi untuk memesan-antar makanan.

"95 persen konsumen urban Indonesia menikmati masakan siap santap dalam 3 bulan terakhir, dengan 58 persen diantaranya memesan masakan siap santap melalui layanan pesan-antar makanan," tuturnya.

Sambungnya, rata-rata konsumen urban memesan hampir tiga kali masakan siap santap melalui layanan pesan-antar makanan setiap minggu.

"Dengan dominasinya adalah masakan Indonesia 82 persen, makanan siap saji 80 persen dan minuman 49 persen yang merupakan jenis kuliner yang sering dipesan melalui layanan pesan-antar makanan," pungkasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler