Kabut Asap, Penerbangan di BIM Masih Aman dan Lancar

Kabut Asap, Penerbangan di BIM Masih Aman dan Lancar

Jumat, 13 September 2019, 11:59
Insert level udara di Pekanbaru. (Dok BMKG)

Rakyatterkini (Padang) - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di provinsi Riau dan sekitarnya telah menjalar ke daerah tetangga, termasuk ke Sumatera Barat.

Ini bisa berdampak terhadap aktivitas udara, dalam hal ini pesawat udara yang melintasi sejumlah daerah.

"Namun sejauh ini, jarak pandang terhadap pesawat yang datang dari dan ke Bandara Internasional Minangkabau, belum ada dampaknya," kata petugas Hubungan Masyarakat (Humas) BIM, Fendrick Sondra, Jumat (13/9).

Terkait jarak pandang, Fendrick mengklaim juga masih dalam tahap aman dan wajar bagi pesawat yang lepas landas.

"Masih sekitar 800 hingga 1.000 meter jarak pandang, aman. Semua penerbangan lancar," tuturnya.

Seperti diketahui, sebuah pesawat Garuda Indonesia batal mendarat di Bandara Cilik Riwut, akibat kabut asap yang menyelimuti Kalimantan Tengah, Kamis (12/9).

Manager Finance And Human Resource Angkasa Pura Ii Cilik Riwut Palangkaraya, Geni Suprayadi mengatakan, kebakaran lahan kini mulai berdampak buruk bagi jalur penerbangan.

Bandara tersebut diselimuti kabut asap yang cukup tebal dan pekat, sehingga jarak pandang menjadi sangat terbatas, membuat pesawat yang akan lepas landas dan mendarat menjadi tidak aman.

“Saat ini, jarak pandang hanya dibawa satu kilometer, sangat beresiko untuk lepas landas serta pendaratan pesawat,” kata Geni.

Pesawat Garuda yang batal mendarat di Bandara Cilik Riwut itu berasal dari Jakarta tujuan Palangkaraya yang harusnya mendarat pukul 07.20 waktu setempat.

Karena gangguan kabut asap ini, pesawat tersebut dialihkan pendaratannya ke Bandara Sepinggan, Balikpapan.

“Nanti apabila kondisi kabut asap semakin tipis dan jarak pandang aman untuk jalur penerbangan, maka semua aktivitas penerbangan akan kembali normal," ujar Geni. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler