Kabut Asap, Maskapai Diminta Utamakan Keselamatan Penguna Transportasi Udara

Kabut Asap, Maskapai Diminta Utamakan Keselamatan Penguna Transportasi Udara

Senin, 16 September 2019, 08:51
Kabut asap melanda sejumlah bandara di wilayah Indonesia. (net)

Rakyatterkini (Jakarta) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimbau kepada seluruh lintas sektor penerbangan untuk tetap mengutamakan keselamatan bagi pengguna jasa transportasi udara akibat sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, Ditjen Hubud selalu melakukan pemantauan dan terus berkoordinasi melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) terutama yang memiliki wilayah kerja di Kalimantan dan Sumatera dengan operator bandara , AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta pihak-pihak sehingga segera menindaklanjuti apabila sebaran asap menggangu operasional penerbangan.

"Kami meminta operator penerbangan terutama yang menutup pelayanan penerbangan ataupun terdampak delay akibat karhutla, untuk sigap membantu mengkomunikasikannya kepada para penumpang dan memberikan pelayanan sesuai aturan yang berlaku. Menutup layanan penerbangan demi keselamatan pengguna jasa transportasi udara," kata Polana dalam keterangan tertulis yang diterima Senin (16/9) dini hari.

Polana meminta pengguna jasa transportasi udara agar dapat memahami kondisi saat ini.

"Kami meminta kepada pengguna jasa transportasi udara untuk bersabar, karena keselamatan merupakan prioritas utama," tambah dia.

Sementara itu, pekatnya kabut asap akibat Karhutla melumpuhkan operasional penerbangan di Bandar Udara Kalimarau, Berau, Kalimantan Timur.

 Kepala Bandar Udara Kalimarau, Bambang Hartato mengatakan setelah mendapatkan Note To Air Man (Notam) yang dikeluarkan AirNav Indonesia nomor C8334/19, dengan isi perubahan jarak pandang bandar udara, layanan penerbangan ditutup.

"Jarak pandang berada di kisaran 500 meter, sementara standar instrument aproach procedure (instrumen pendaratan) itu minimal, jarak pandangnya 3.500 meter," kata Bambang.

Awalnya, sejumlah maskapai menunggu kondisi cuaca membaik. Beberapa penerbangan seperti Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Express Air mengalami delay.

"Kami sampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa transportasi udara, kami harap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini," harapnya.

Kondisi saat ini, beberapa bandara operasional yang di tutup antara lain Bandara Kalimarau Berau, Bandara Juwata Tarakan, Bandara APT Pranoto Samarinda dan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler