Heboh Masalah Karhutla, Lahan Ikut Terbakar di Padang

Heboh Masalah Karhutla, Lahan Ikut Terbakar di Padang

Rabu, 18 September 2019, 09:08
Aparat kepolisian dan masyarakat berhasil memadamkan api di Bukit Kandang, Padang Selatan. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan sudah menjadi perhatian dari pemerintah pusat.

Melalui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) beberapa waktu lalu di Kota Pekanbaru, Riau, pemerintah tengah gencar memburu satu per satu pelaku pembakaran dan otak dari tindakan tak terpuji tersebut.

Namun, peristiwa kebakaran masih saja terjadi. Kali ini di Kota Padang, tepatnya di Bukit Kandang RT 03 RW 02, Kelurahan Bukit Gado, Kecamatan Padang Selatan pada Rabu (18/9) pagi sekitar pukul 06.45 WIB.

"Lahan yang terbakar adalah pohon besar dan ilalang," kata Kepala Seksi Kedaruratan (Kasidar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Rabu (18/9).

Akibat kejadian tersebut, sempat timbul asap pekat dari atas perbukitan penghubung menuju kawasan objek wisata Pantai Air Manis.

"Namun api dengan cepat bisa diatasi. Polisi sedang menyelidiki sumber dan penyebab kejadian tersebut," ujarnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menekankan upaya pencegahan dalam mengatasi permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih muncul hingga hari ini. Hal tersebut disampaikan presiden melalui Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers usai rapat terbatas (Ratas) dengan topik Penanganan Karhutla di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9).

"Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Itu intinya," kata Wiranto. Di samping itu, permasalahan karhutla ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah mulai tingkat kepala desa, camat, bupati/walikota hingga gubernur.

Wiranto menekankan pemerintah pusat berlaku sebagai koordinator, oleh karena itu pemerintah daerah diharapkan untuk bisa mandiri dalam menghadapi permasalahan yang sama setiap tahunnya.

"Ini tanggung jawab daerah. Jangan terus bergantung pada pusat. Harus betul-betul tahu masalah ini dan tahu harus berbuat apa," tegas Wiranto.

Bicara siaga darurat karhutla dengan operasi pemadaman baik darat maupun udara, Wiranto optimis apabila hal itu dilakukan bersama-sama, maka semua bisa diatasi dengan baik, sehingga permasalahan serupa bisa dihindari ke depannya.

Adanya masalah karhutla ini bukan berarti hanya disebabkan adanya unsur kesengajaan manusia saja. Kondisi cuaca dan fenomena alam juga menjadi faktor meluasnya wilayah yang terbakar.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) adanya fenomena El Nino juga menyebabkan musim kemarau di Indonesia pada tahun ini diperkirakan lebih panjang lagi. Sedangkan musim hujan menurut perkiraan BMKG akan jatuh pada bulan November dan Desember.

Menyinggung soal penegakan hukum, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya mengatakan pihaknya melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum telah memproses sebanyak 370 perusahaan yang terbukti membuka lahan dengan cara membakar.

Dari 370 perusahaan tersebut, 103 di antaranya berada di Riau dan telah di-follow up oleh Polda Riau. Selain itu, sebanyak 49 entitas perusahaan juga telah disegel. Sebelumnya diketahui bahwa 80% lahan yang terbakar berubah menjadi perkebunan industri.

Hal itu sekaligus menunjukkan adanya unsur kesengajaan oleh oknum tertentu dalam melakukan land clearing untuk perkebunan korporasi. Hal serupa sebenarnya sudah dipelajari oleh KLHK sejak 2015 lalu, oleh sebab itu presiden meminta agar pihak Kementerian/Lembaga bersama unsur TNI dan Polri dapat memberi tindakan lebih tegas dan nyata. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler