Gawat, Kualitas Udara di Sumbar Tak Lagi Sehat

Gawat, Kualitas Udara di Sumbar Tak Lagi Sehat

Sabtu, 21 September 2019, 16:16
Warga mengenakan masker, sebab udara Sumbar sudah tidak sehat lagi. (foto ist)

Rakyatterkini (Bukittinggi) - Kualitas udara di Sumatera Barat (Sumbar) dinyatakan tak lagi sehat dan merata hampir di seluruh langit Ranah Minang.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Koto Tabang, Wan Dayantolis mengatakan konsentrasi polusi partikulat (pm10) yang terukur di Stasiun GAW sudah menunjukkan angka 260 µgram/m3.

Angka tersebut berada di atas nilai ambang batas konsentrasi polutan partikulat yang dibolehkan berada di udara ambien yaitu 150 µgram/m3, katanya Sabtu (21/9).

Pantauan dari Satelit Himawari terlihat bahwa asap akibat kabut asap sudah merata di wilayah Sumbar dengan kondisi terparah di Sumbar bagian Timur.

"Terpantau paling pekat di Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh serta Sawahlunto," katanya.

Seperti diketahui, sebanyak 1.182 titik panas indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau di wilayah Sumatera paling banyak di Provinsi Jambi sebanyak 499 titik.

Sebaran titik panas (hotspot) lainnya berada di Sumatera Selatan dengan 391 titik, Riau 198 titik, Kepulauan Bangka Belitung 40 titik, Lampung 33 titik, Kepulauan Riau sembilan titik, Sumbar delapan titik dan Bengkulu serta Sumatera Utara masing-masing dua titik.

Kondisi kualitas udara yang semakin menurun di Sumbar telah membuat sejumlah daerah meliburkan sekolah seperti di Dharmasraya, Sijunjung dan Tanah Datar. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil


TerPopuler