Empat Warga Sumbar Tewas Dalam Kerusuhan di Wamena

Empat Warga Sumbar Tewas Dalam Kerusuhan di Wamena

Selasa, 24 September 2019, 14:17
Rumah warga dibakar akibat aksi kerusuhan di Wamena, Papua. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Empat dari lima warga Sumatera Barat (Sumbar) dikabarkan tewas dalam kerusuhan di Waoma, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Dari informasi yang berhasil dirangkum, korban diketahui berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, tepatnya di Kampung Padang Cupak, Kenagarian Lakitan Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Mereka merupakan perantau di sana, meninggal diduga karena insiden pembakaran oleh massa," kata Wali Nagari Lakitan Utara, Afrizal, Selasa (24/9).

 Ia menerangkan, lima korban diantaranya, Safrianto K (36), Jafriantoni (24), Hendra Eka Putra (22), dan istri Safrianto K, Putri (29) dan anaknya Riski (3,5), korban merupakan satu keluarga.

"Semua korban satu keluarga, Safrianto K, Jafriantoni dan Hendra Eka Putra adalah saudara kandung dan anaknya Riski. Sedangkan Putri istri dari Safrianto K masih kritis," terangnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Ikatan Keluarga Minang (IKM) yang ada di Papua.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9). Kerusuhan tersebut tak hanya merusak bangunan dan fasilitas umum. Kerusuhan dan bentrokan yang terjadi ternyata juga mengakibatkan korban jiwa.

Komandan Kodim 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Diyanto mengatakan, terdapat 16 orang warga sipil yang tewas dalam kerusuhan.

Demonstran bersikap anarkis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung kerusuhan itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.  Aparat kepolisian dan TNI berusaha memukul mundur siswa demonstran.

Hal itu berlangsung sekitar 4 jam. Namun, siswa demonstran tetap bertahan dan semakin membuat kerusuhan.  Dikutip kompas.com, suara tembakan terdengar di mana-mana selama tiga jam.

Selain itu, semua warga di kota itu sudah mengungsi ke kantor polisi dan Kodim. Massa yang berunjuk rasa berusaha merangsek masuk ke pusat bisnis Wamena.

Wamena merupakan ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Kota ini merupakan satu-satunya yang terbesar di pegunungan tengah Papua.

Di Wamena juga terdapat pusat bisnis, sehingga ketika terjadi kerusuhan, kawasan itu dijaga ketat aparat kepolisian. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler