Diduga Salah Paham, Oknum Pemuda Pancasila Ribut Dengan Warga

Diduga Salah Paham, Oknum Pemuda Pancasila Ribut Dengan Warga

Minggu, 15 September 2019, 13:41
Ilustrasi keributan. (net)

Rakyatterkini (Padang) - Diduga salahpaham, oknum Pemuda Pancasila (PP) terlibat keributan di Kampung Baru, Kecamatan Lubuk Begalung, Minggu (15/9) dini hari.

Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Padang, Roy Madea Oka menuturkan Ketua Ranting PP Kampung Baru, Junaidi beserta beberapa anggotanya menghadiri pesta organ tunggal dengan menggunakan pakaian bebas.

"Saat itu tidak ada pakai atribut apapun anggota saya dan dia hanya menghadiri acara puncak peringatan 17 Agustus 2019 lalu. Namun saat berlangsungnya acara, tanpa diketahui pokok permasalahan, terjadi keributan antara oknum PP dan warga setempat," katanya.

Sambung Boni, sapaan akrab Roy Madea Oka, disaat bersamaan, jajaran PP lainnya di Kecamatan Pauh yang sedang melaksanakan patroli mingguan antisipasi tawuran dan kejahatan malam mendapatkan informasi terkait ada dugaan keributan antara organisasi masyarakat (ormas) berseragam loreng jingga dengan warga kemudian mendatangi lokasi kejadian.

"Anggota dari Pauh hanya ingin melihat rekannya yang dikabarkan diserang, tapi tak berada jauh dari lokasi kejadian, empat anggota PP diserang dan ada yang mengalami bocor di kepala. Tak ingin sia-sia, mereka berusaha kabur dengan meninggalkan sembilan unit motor yang mereka gunakan," tuturnya.

Boni mengklaim, kini antara elemen warga Kampung Baru dan Pemuda Pancasila sudah mencapai kesepakatan damai, namun pihaknya tetap melanjutkan perkara lainnya tentang dugaan perkara pengrusakan kendaraan bermotor pada saat kejadian.

"Kesepakatan Ketua Pemuda dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) setempat berjanji secara tertulis akan bertanggung jawab terkait insiden tersebut," ucapnya.

Kapolsek Lubuk Begalung (Lubeg), AKP Andi Parningotan Lorena menyayangkan adanya peristiwa keributan antara ormas dengan warga pada saat acara hiburan.

"Ini yang perlu menjadi perhatian kita semua, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tersebut sangat penting. Jika ada masalah, tak bisa diselesaikan dengan otot, melainkan juga dari hati nurani. Jika sudah jatuh korban jiwa dan materi, maka yang rugi adalah semua pihak terkait dan akan timbul masalah baru, "ujar mantan Dankidalmas II Sipasdal Subditdalmas Ditsamapta Polda Sumbar tersebut. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler