Desa Apar Sabet Penghargaan Nusantara CSR Awards 2019

Desa Apar Sabet Penghargaan Nusantara CSR Awards 2019

Jumat, 20 September 2019, 18:13
Inilah para penerima penghargaan Nusantara CSR Awards 2019. (foto ist)

Rakyatterkini (Jakarta) - Desa merupakan salah satu prioritas kebijakan pemerintah selain getol melakukan perkembangan infrastruktur.

Tak hanya melalui dana desa untuk pemerataan pembangunan hingga ke tingkat dasar, tercatat sepanjang 2016 hingga 2018 sudah hadir ribuan desa wisata sebagai upaya menarik kunjungan wisatawan ke perkampungan dan menikmati keindahan alamnya.

Pada 2016 terdapat 612 desa wisata. Jumlah ini meningkat jadi 817 di tahun 2017, dan 4.071 di tahun 2018, kata  Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Sekjen Kemendes PDTT) Anwar Sanusi, Jumat (20/9).

Dari sekian banyak desa wisata tersebut, Desa Apar yang berada di Kota Pariaman menyabet penghargaan Nusantara CSR Awards 2019.

Nusantara CSR Awards digagas oleh La Tofi, penggiat dan penulis buku-buku CSR. Ajang ini ditujukan bagi perusahaan-perusahaan yang dianggap mempunyai komitmen dan kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

Kriteria penilaian Nusantara CSR Awards 2019 adalah dampak positif yang ditimbulkan, inovasi, serta implementasi CSR yang mudah diterapkan dan diukur.

General Manager Pertamina Marketing  Operation Region (MOR) I, Agustinus Santanu Basuki menyebut, pelaksanaan program desa wisata ini dilakukan dengan penanaman mangrove, pembangunan tracking mangrove, serta pembuatan gapura untuk pintu masuk desa wisata.

"Program CSR Desa Apar diganjar penghargaan Nusantara CSR Awards 2019 kategori Pengembangan Desa Wisata. Penghargaan ini  diberikan oleh The La Tofi School of CSR," ujar General Manager Pertamina Marketing  Operation Region (MOR) I, Agustinus Santanu Basuki.

Program desa wisata Apar, sambung Basuki, merupakan salah satu dari lima program CSR yang mendapatkan penghargaan serupa. Lengkapnya, Pertamina MOR I mendapat lima penghargaan dalam empat kategori. Yaitu peningkatan mutu kesehatan, pelibatan komunitas dalam menangani sampah, pemberdayaan ekonomi komunitas, serta pengembangan desa wisata," terangnya.

Selain dari Depot Pengisian Pesawat Udara Minangkabau yang ikut mengembangkan Desa Apar, dari Terminal Bahan Bakar Medan (TBBM) Group juga mengikutsertakan dua program yaitu pemanfaatan pos amanah sebagai sarana posyandu di Kampung Nelayan Belawan.

Disusul program Ecobrick sebagai solusi penanggulangan sampah plastik di Medan Labuhan, Sumatera Utara.

"Sedangkan TBBM Teluk Kabung diapresiasi berkat konsep klaber (klaster berdaya) dalam penerapan pemberdayaan masyarakat bidang perikanan serta TBBM Pematangsiantar mengusung program peningkatan perekonomian masyarakat melalui Program CSR Bangun Industri Desa (BID) Kelompok Susu Kambing," pungkasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler