Derita Buruh Bangunan, Pinggang Patah, Utangpun Selilit Pinggang

Derita Buruh Bangunan, Pinggang Patah, Utangpun Selilit Pinggang

Kamis, 19 September 2019, 08:35
Rusydi, penderita leukemia akut bersama istri dan anaknya berharap uluran tangan dermawan. (foto ist)

RAKYATTERKINI.COM - Rusydi, 38, menarik napas panjang. Hatinya tersayat karena tidak bisa berbuat apa-apa. Buruh bangunan di Kota Padang ini divonis oleh dokter rumah sakit menderita Leukemia Akut.

"Awak sakit. Hutang selilit pinggang. Rumah yang ditempati menunggak berbulan-bulan. Pemilik rumah sudah memberi signal, agar segera keluar dari rumah kontrakkannya," ujar Rusydi menghela napas. Inilah derita yang kini dialami Rusydi Susanto, bersama istri dan empat anaknya. Tak tahu mereka harus mengadu pada siapa. Memberatkan keluarga mereka pun tak sanggup.

Rusydi seorang kuli bangunan. Hampir tiap hari dia bekerja. Sekeras hidup, sekeras itu pula ia menafkahi istri dan empat anaknya. Berapa yang diterima dia syukuri. Namun, malang sekejap mata, saat bekerja sebagai tukang, pria asal Kambang, Pesisir Selatan ini jatuh dari ketinggian. Peristiwa itu terjadi pada Juli 2019. Tulang punggungnya patah.

Sejak saat itu dia tidak lagi bekerja. Simpanan yang ada, hari demi hari terus menipis, sehingga Rusydi dan istrinya harus berhutang sana kemari. Beruntung ia punya JKN KIS. Biaya berobat tak terpikirkan benar. Bertubi-tubi cobaan datang menerpa keluarga kecil itu.

Rusydi pasrah, tapi tetap saja ditegarkannya hati di depan istri dan anak-anaknya yang masih kecil. 17 hari dirawat dia diperbolehkan pulang. Pulang ke rumah harapannya berkumpul dengan anak-anak dengan nyaman. Sayang, pemilik rumah tempat dia pulang meminta dia sekluarga keluar dari rumahnya.

“Kami sudah diusir pemilik rumah, karena menunggak 4 bulan. Sekarang kami benar-benar tak punya uang. Entah kemana harus mengadu,” ujar Lisa, istri Rusydi, menahan tangis, dikutip dari Singgalang yang singgah ke rumah kontrakkan mereka di Alai Parak Kopi Padang.

Lisa menghela napas dalam-dalam. Ia telan rasa pahit hidup. Dia punya keterampilan membuat sejumlah makanan tradisional. Tapi uang itu benar yang tak ia punya. “Saya ingin berjualan. Buat usaha kecil-kecilan. Tapi saya tak punya uang,” katanya.

Sebagai seorang istri, Lisa ingin mengabdi dan menggantikan posisi suaminya yang sedang sakit. Mereka punya empat anak. Dua usia sekolah, dua balita. Siang itu mereka bermain dengan rian. Keriangan anak-anak sebentar mengobati hati Rusydi dan Lisa. Namun itu sesaat saja, tatkala para buah hati mereka tertidur pulas di kasur kapuk yang mulai tipis dimakan usia, beratnya beban hidup kembali terasa.

Pikiran mereka berkecamuk, kemana anak-anak akan dibawa. Mengingat rumah kontrak yang ditempati selama beberapa tahun belakang harus segera ditinggalkan. Mereka pasrah dan berdoa. Berharap uluran tangan para derwaman.

“Tolong bantu kami. Kami tak tahu harus tinggal dimana. Kepada Tuhan kami terus berdoa, agar dibukakan pintu rezeki dan kemudahan dalam menghadapi cobaan hidup ini,” ujar Lisa, warga Batang Kapeh Pesisir Selatan itu.

Saat sehat, patang bagi Rusydi meminta-minta. Ia bekerja siang dan malam sebagai buruh bangunan. Beberapa kali jatuh dari ketinggian, sehat dan dia kembali bekerja. Semua demi istri dan anak-anaknya. Namun kejadian yang terakhir Juli kemarin, benar-benar membuat ia tak bertenaga. Mengangkat yang berat-berat dia tak mampu. Hingga kondisi fisiknya terus menurun dan membuat dia harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Itu karena penyakit leukemia akut yang berjangkit di tubuhnya. Leukemia akut adalah penyakit yang berkembang dengan cepat sehingga mengakibatkan penumpukan sel muda tak berguna di sumsum dan darah.

Gejala umum leukemia limfositik kronis adalah badan merasa sakit nyeri dan sangat lelah. Kelenjar getah bening yang membengkak atau infeksi yang muncul kembali karena sistem imun yang melemah dapat menjadi gejala pertama.

Orang-orang juga mungkin akan mengalami mimisan, mudah lebam, atau masalah pendarahan yang lain, dan lemas karena anemia (kurangnya sel darah merah atau eritrosit) atau thrombocytopenia (kurangnya platelet atau trombosit).

Kini Rusydi pasrah dengan takdirnya dan berharap Tuhan memberi jalan terbaik untuk cobaan hidup yang kini dia jalani. (*)

TerPopuler