Demo, Rektor UIN Imam Bonjol Diberi Kartu Merah oleh Mahasiswa

Demo, Rektor UIN Imam Bonjol Diberi Kartu Merah oleh Mahasiswa

Rabu, 11 September 2019, 18:24
Ratusan mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang demo lagi, Rabu (11/9) dan meminta rektor mundur dari jabatannya. (Foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang kembali melakukan aksi unjuk rasa (unras), Rabu (11/9).

Kelompok yang mengatasnamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) tersebut merasa masih belum adanya kejelasan terkait aksi demo yang dilakukan, pada Selasa (10/9).

Sebelumnya demo serupa telah dilakukan sehari sebelumnya, namun belum menemukan titik temu antara pendemo dan pihak rektor. Dari pantauan, para pendemo meneriaki "Turun Pak Rektor" dengan bernyanyi bersama.

Para mahasiswa yang melakukan aksi  juga memblokade jalan utama kampus UIN Imam Bonjol Padang dengan membentangkan spanduk bertuliskan "Turunkan Rektor dan Wakil Rektor UIN IB Padang dari Jabatannya Karena Tidak Ada Gunanya".

"Tuntutan kami belum bapak penuhi, data yang bapak berikan tidak valid, makanya kami melakukan aksi ini," kata Koordinator Aksi, Muhammad Jalali.

Dalam aksi tersebut juga dilakukan pemberian kartu merah sebagai bentuk dari kekecewaan para demonstran terhadap tuntutan yang mereka ajukan tak dipenuhi oleh Rektor UIN Imam Bonjol Padang.

"Kartu merah ini adalah bukti dari kegagalan rektor terhadap tuntutan kami yang tidak dipenuhi," ucap Jalal.

 Jalal juga menuturkan, hidup adalah permainan dan rektor telah gagal menjadi pemain. "Rektor telah gagal jadi pemain, makanya kami beri kartu merah," tutur mahasiswa Fakultas Syariah ini.

Sementara itu Rektor UIN Imam Bonjol Padang Eka Putra Wirman terlihat baru menemui massa sekitar pukul 11.00 WIB. Namun kehadiran rektor disambut peserta aksi yang tidak terima dan meminta Rektor UIN Imam Bonjol Padang mengumumkan pengunduran dirinya.

Eka Putra Wirman mengatakan dia siap menyelesaikan masalah dengan cara kepala dingin. "Saya informasikan kepada awak media yang ada di sini, bahwa saya siap menyelesaikan masalah ini dengan cara baik-baik," ungkapnya singkat.

Seperti diketahui, para pimpinan di Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol (IB) Padang 'digeruduk' sekelompok mahasiswa sendiri pada Selasa (10/9). Mereka menuntut kinerja dan transparansi penggunaan uang kampus.

Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Peduli Kampus (GMPK) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang menggelar aksi di kampus II UIN Imam Bonjol, di jalan Mahmud Yunus, Kecamatan Kuranji.

"Kami meminta transparansi keuangan kampus, karena selama ini kami membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan kampus juga mendapatkan dana dari negara, tetapi selama ini kami tidak mengetahuinya," ujar Koordinator lapangan (Korlap) aksi, Muhammad Jalali.

Dalam aksi tersebut beberapa mahasiswa tampak membentangkan spanduk bertuliskan "Uang Kuliah Tinggi (UKT), ) penuhi hak mahasiswa perbaiki fasilitas".

"Kami menuntut pihak kampus agar transparan dalam hal keuangan dan juga menyoroti kinerja Rektor UIN IB Padang, yang dilantik sejak 5 April 2015 lalu. Hal ini menyangkut lembaga mahasiswa yang berada dibawah pimpinannya tidak berjalan sesuai dengan fungsi dan tugasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler