Delapan Warga Sumbar yang Tewas di Wamena, Dimakamkan di Pesisir Selatan

Delapan Warga Sumbar yang Tewas di Wamena, Dimakamkan di Pesisir Selatan

Rabu, 25 September 2019, 19:44
Jenazah warga Sumbar yang jadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. (foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - Delapan jenazah korban kerusuhan di Wamena, Papua dipulangkan ke kampung halaman mereka di Kabupaten Pesisir Selatan pada Kamis (26/9).

Delapan korban asal Sumatera Barat (Sumbar) yang tewas tersebut diantaranya, Syafrianto (36), Hendra (20), Rizky (4, anak Syafrianto), Ibnu (8, pelajar), Iwan (24), Yoga Nurdi Yakop (28).

Mereka merupakan warga Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara dua lainnya Jefry Antoni (23), asal Taluak dan Nofriyanti (40), warga Sutera.

"Dua orang lainnya, yaitu Putri (30) yang merupakan istri Syafrianto dilarikan ke rumah sakit setempat karena kritis. Satu orang lainnya yaitu Isal (42), merupakan suami dari Nofriyanti mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tangan serta telinga juga dirawat intensif," ungkap Zulhendri, Selasa (24/9).

Informasi yang berhasil dihimpun, jenazah warga Sumbar asal Pesisir Selatan itu baru tiba di Sentani sore ini setelah diterbangkan dengan pesawat kargo Trigana Air dari Wamena.

"Jenazah sudah tiba di Bandara Sentani dan dimasukan ke dalam gudang cargo krn belum bisa diberangkatkan hari ini. Besok baru diberangkatkan, itupun tidak bisa dalam satu pesawat," sebutnya.

Zulhendri Sikumbang menyebut, peti jenazah kemungkinan harus menunggu penerbangan lanjutan dari Jakarta.

Semula dari rencana yang disusun sesuai hasil rapat Pemkab Jayawijaya yang dipimpin Bupati setempat petang kemarin di Wamena, seluruh jenazah akan diterbangkan langsung dengan pesawat Hercules.

Namun ternyata rencana itu berubah lagi. Informasi terbaru menyebutkan, ada satu korban tewas asal Sumbar lainnya yang baru ditemukan, yakni Ari (28) asal Asam Kumbang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.

"Namun karena kondisi, jenazah Ari tidak bisa ikut dibawa ke Padang, tetapi dikebumikan di Wamena," pungkasnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler