Data ILO, Anak Usia 15-24 Berstatus Pengangguran

Data ILO, Anak Usia 15-24 Berstatus Pengangguran

Kamis, 12 September 2019, 21:01
Sandiaga Salahuddin Uno ketika berada di Padang, Kamis (12/9). (Foto ist)

Rakyatterkini (Padang) - International Labour Organization (ILO) atau Organisasi Buruh Internasional mencatat, setidaknya anak dengan usia 15-24 tahun merupakan kelompok dengan tuna karya atau pengangguran terbesar di dunia.

Mengapa anak usia 15 tahun masuk kategori angkatan kerja? Itu adalah klasifikasi yang ditetapkan pemerintah, dalam hal ini Badan Pusat Statistik (BPS).

"Lebih dari 172 juta orang di seluruh dunia menganggur pada 2018. Itu sekitar dua juta lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Organisasi Buruh Internasional, ILO, memperkirakan tingkat pengangguran global sebesar lima persen pada dasarnya tetap tidak berubah selama beberapa tahun ke depan," kata mantan Cawapres RI 2019-2024, Sandiaga Salahuddin Uno ketika memberikan kuliah umum tentang ekonomi terbarukan di sejumlah universitas di Kota Padang, Kamis (12/9).

Sandiago Uno memaparkan semakin sulitnya mencari pekerjaan pada saat ini. Dirinya berharap, sedari dini mahasiswa telah memanfaatkan transformasi digital 4.0 dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

"Saat sekarang ini, konsep memiliki barang tidaklah menjadi penting. Bagi generasi milenial pada saat ini, lebih menguntungkan memakai dari pada memiliki. Orang tidak tertarik lagi untuk memiliki mobil, tetapi dengan bisa jalan-jalan kemana saja tanpa harus memiliki mobil pribadi," ucapnya.

Masih dari perspektif ILO, Sandiaga menyebut, tingginya angka pengangguran didasarkan pada lapangan kerja yang diciptakan adalah pekerjaan berkualitas rendah yang membuat sebagian besar pekerja di dunia terperosok dalam kemiskinan.

"Lebih dari 172 juta orang di seluruh dunia menganggur pada tahun 2018. Itu sekitar dua juta lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Hal ini membuat kalangan milenial harus bisa menciptakan lapangan kerja, tak melulu mencari pekerjaan," tambahnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil

TerPopuler