Boat Disperindag Mentawai Sempat Dinyatakan Hilang Kontak Sudah Ditemukan

Boat Disperindag Mentawai Sempat Dinyatakan Hilang Kontak Sudah Ditemukan

Minggu, 22 September 2019, 20:17
Tim Basarnas, TNI dan Polri kompak selalu dalam misi kemanusian. (foto ist)

Rakyatterkini (Mentawai) - Kapal jenis Boat milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Mentawai yang sempat dinyatakan hilang kontak di tengah laut, Minggu (22/9) telah berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) setempat, Akmal menyebut kapal tersebut berangkat dari Padang dan harusnya sampai di Tua Pejat pada pukul 12.00 WIB.

"Karena kapal tersebut hendak ke Pulau Siberut dahulu sebelum merapat ke dermaga di Tua Pejat, Pulau Sipora. Namun karena gelombang yang cukup tinggi, kecepatan boat terpaksa diturunkan," kata Akmal saat dihubungi melalui sambungan seluler.

Sebut Akmal, dalam boat tersebut terdapat tujuh manifes (penumpang), diantaranya, Andi (42), Erik (40), Adam (49), Julpa (52), Amar (13), Nurlite (50), dan Sari (48). "Semuanya selamat, tak ada cidera ataupun trauma," tambah Akmal.

Sebelumnya, kapal jenis Boat milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Kepulauan Mentawai dikabarkan hilang kontak di tengah laut.

Informasi yang berhasil dihimpun, kapal berisikan tujuh penumpang tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Muara, Batang Arau, Kota Padang, Minggu (22/9) sekitar pukul 05.00 WIB dengan tujuan Dermaga Tua Pejat.

Kejadian tersebut dilaporkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan ke Kantor Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) setempat pada hari yang sama pukul 15.11 WIB.

Kadis Perindag, Elisa Siriparang menyebut  cuaca menjadi penyebab lambatnya kapal tersebut lama sampai ke Dermaga Tua Pejat yang berangkat dari Pelabuhan Muaro Padang.

"Tidak ada masalah pada boat itu, bukan hilang. Boat itu dari Kota Padang menuju Tua Pejat dengan mesin sebanyak tiga unit, namun karena cuaca tidak bersahabat maka kecepatannya dikurangi dari yang biasanya hanya 3,5 jam menjadi delapan jam perjalanan," ungkap Elisa.

Namun Elisa mengaku tak tahu siapa saja tujuh penumpang yang ada dalam kapal tersebut. Ia mengklaim hanya mengenal dua operator yang mengemudikan kapal. "Siapa orangnya saya tidak tahu, kecuali operator atas nama Andi dan Taufik," tuturnya. (*)

Kontributor: Muhammad Aidil


TerPopuler